Amerika Serikat (ANTARA) - Dalam tanda terbaru dari era yang semakin dipenuhi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat untuk sementara menutup akses ke sistem docket mereka setelah menemukan bahwa suara para pilot yang tewas dalam kecelakaan pesawat UPS Airline tahun lalu telah direkonstruksi menggunakan AI dan beredar di internet.
Menurut hukum federal, NTSB dilarang memasukkan rekaman audio kokpit ke dalam sistem docket mereka, yang sebenarnya berisi banyak data investigasi dan secara historis terbuka untuk publik, lapor laman Tech Crunch, Jumat (22/5) waktu setempat.
Adapun docket merupakan sistem arsip atau basis data resmi yang digunakan untuk menyimpan dan mempublikasikan dokumen investigasi.
Baca juga: Kepala BRIN: Kekuatan kebijaksanaan peneliti tak tergantikan oleh AI
Baca juga: Jepang waspada serangan siber infrastruktur penting
Namun, docket kecelakaan penerbangan ini menyertakan file spektrogram dari perekam suara kokpit. Spektrogram menggunakan proses matematis untuk mengubah sinyal suara, termasuk frekuensi rendah dan tinggi, menjadi sebuah gambar.
Scott Manley, YouTuber populer yang kanalnya membahas fisika, astronomi, dan video game, menulis di X bahwa data dalam gambar tersebut kemungkinan bisa digunakan untuk merekonstruksi audio dari megabyte data yang telah dikodekan di dalamnya.
Dan itulah yang kemudian terjadi. Orang-orang menggunakan spektrogram tersebut, bersama transkrip yang tersedia untuk publik, untuk membuat perkiraan audio dari rekaman suara kokpit UPS Flight 2976 di Louisville, Kentucky, menurut NTSB.
Mereka menggunakan alat AI seperti Codex, berdasarkan unggahan di media sosial.
Pada Jumat (22/5), lembaga tersebut kembali membuka akses publik ke sistem docket, tetapi tetap menutup 42 investigasi untuk ditinjau lebih lanjut — termasuk investigasi terkait Flight 2976.
Baca juga: Kecerdasan buatan dongkrak sektor manufaktur di Chongqing
Baca juga: Perempuan lanjut usia Jepang lebih pilih AI untuk curhat
Baca juga: SleekFlow perluas AI untuk respons pelanggan & baca perilaku konsumen
Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·