Sebanyak 129 downhiller nasional bersaing ketat dalam putaran perdana kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2026 yang berlangsung di lintasan Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta, pada babak Final Run hari Minggu (24/5), seperti dilansir dari Medcom.
Pebalap veteran Andy Prayoga dari Tim MUD Brothers PVR Industries sukses merengguk posisi pertama di kelas Men Elite setelah mencatatkan waktu tercepat 2 menit 39.495 detik di trek sepanjang 1.650 meter tersebut.
Agung Prio Apriliano dari Tim Astrindo Racing menempati posisi kedua dengan waktu 2 menit 40.026 detik, disusul M. Abdul Hakim dari 76 Rider DH Squad di urutan ketiga dengan raihan 2 menit 41.264 detik.
Keberhasilan menaklukkan lintasan baru bersertifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori C1 yang penuh rintangan keras dan licin ini menjadi modal penting bagi Andy guna menghadapi seri-seri selanjutnya.
"Kunci kemenangan saya di seri pertama ini adalah fokus pada pemulihan total cedera patah tulang dari tahun sebelumnya serta disiplin menjalani program latihan fisik dan ketahanan. Saya juga tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu dengan memaksakan diri bertanding saat cedera, yang justru menghambat performa di seri-seri berikutnya. Prinsipnya dalam setiap balapan saya tetap teguh untuk selalu tampil maksimal atau gas pol. Karena bagi saya cuma ada dua pilihan, yaitu jatuh atau menjadi juara," tegas Andy Prayoga, Juara Men Elite.
Peraih medali perak SEA Games 2021 Vietnam tersebut juga menilai bahwa tantangan teknis di Bukit Hijau Bike Park sangat representatif bagi perkembangan kemampuan para atlet nasional.
“Kualitas trek seperti ini sangat penting sebagai sarana bagi para pembalap lokal untuk beradaptasi sebelum terjun ke kompetisi level asia maupun dunia. Menhadapai seri-seri berikutnya, saya berharap dapat menjaga kondisi fisik tetap prima demi mengejar target menjadi juara umum di akhir musim 2026,” imbuh Andy Prayoga, Juara Men Elite.
Pada kategori Women Elite, Milatul Khaqimah dari Nokeproof Axess Racing Team menyabet podium tertinggi dengan catatan waktu 3 menit 06.531 detik setelah melewati trek kering dan cuaca panas.
Mila unggul tipis dari Ayu Triya Andriana (Alaska Squad) di posisi kedua dengan waktu 3 menit 07.283 detik dan Nining Purwaningsih (Anindya Racing Team) di posisi ketiga dengan 3 menit 13.370 detik.
Hasil manis ini diakui Mila melampaui ekspektasinya karena ia baru saja melewati masa pemulihan pascaoperasi akibat cedera pada awal tahun ini.
“Kemenangan ini menjadi pencapaian yang luar biasa bagi saya mengingat ini adalah balapan pertama saya setelah masa pemulihan yang cukup singkat. Menghadapi dua seri berikutnya, saya berharap bisa tetap konsisten memberikan performa terbaik dan mempertahankan status juara," terang Milatul Khaqimah, Juara Women Elite.
Kejutan besar terjadi di kelas Men Junior saat Dimas Aradhana yang turun sebagai privateer mencatatkan waktu 2 menit 39.094 detik dan menjadi juara, di mana torehan tersebut berhasil melampaui catatan waktu tercepat di kelas Men Elite.
Posisi kedua kelas Men Junior diraih oleh Nazwa Agazani dari 76 Rider DH Squad dengan 2 menit 39.794 detik, sedangkan tempat ketiga diamankan oleh Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team dengan waktu 2 menit 43.830 detik.
Pihak penyelenggara mengapresiasi peningkatan kualitas teknis kejuaraan tahun ini yang dinilai mampu memicu perkembangan performa serta mentalitas bertanding para atlet downhill Indonesia.
“Inovasi dari sisi karakter lintasan yang kami terapkan di tahun ini direspon dengan sangat baik oleh para peserta. Meskipun medannya cukup ‘ganas’ dan beberapa di antaranya mengalami crash atau kendala teknis, namun semua resiko tersebut masih dalam batas yang bisa ditoleransi. Justru kami melihat mereka mampu menunjukkan performa yang luar biasa di track yang semakin ekstrem dan menantang ini,” ungkap Agnes Wuisan, Perwakilan 76 Rider.
Penyelenggara juga menyoroti potensi besar di kelas Men Junior karena para pebalap muda tampil lebih berani mengambil risiko hingga mencetak waktu yang sangat impresif.
“Apresiasi kami kepada semua rider yang telah berjuang keras di putaran perdana ini dan selamat kepada para juara di setiap kelas. Semoga bisa terus meningkatkan performanya dan semakin impresif di seri-seri berikutnya,” pungkas Agnes Wuisan, Perwakilan 76 Rider.
| 1 | Andy Prayoga | MUD Brothers, PVR Industries | 02.39.495 |
| 2 | Agung Prio Apriliano | Astrindo Racing | 02.40.026 |
| 3 | Mohammad Abdul Hakim | 76 Rider DH Squad | 02.41.264 |
| 4 | Putra Ganda Arrozak | IBS COR Logam, ISSI Sumatera Selatan | 02.41.392 |
| 5 | Dois Audy Fikriansyah | Spartan Racing Team | 02.41.738 |
| 1 | Milatul Khaqimah | Nokeproof Axess Racing Team | 03.06.531 |
| 2 | Ayu Triya Andriana | Alaska Squad | 03.07.283 |
| 3 | Nining Purwaningsih | Anindya Racing Team | 03.13.370 |
| 4 | Siti Shahirah Binti Hashim | Terengganu | 03.15.692 |
| 5 | Tsuraya Azwa Pambudi | Yeti Tribe Indonesia Racing Team | 03.19.667 |
Putaran kedua kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2026 selanjutnya dijadwalkan bakal digelar di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, pada 22-23 Agustus 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·