AS Tolak Masuk Wasit Somalia, Ian Wright Kritik Piala Dunia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Imigrasi Amerika Serikat menolak masuk Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang dijadwalkan bertugas di Piala Dunia 2026, pada Rabu, 10 Juni 2026. Keputusan sepihak ini memicu kritik tajam dari mantan penyerang tim nasional Inggris, Ian Wright.

Dilansir dari Detik Sport, Artan yang menyandang gelar wasit terbaik Afrika 2025 dipulangkan ke Istanbul, Turki, setelah diinterogasi selama 11 jam di Bandara Miami. Penolakan tersebut membuat Artan batal bertugas karena seluruh 52 wasit dan 88 asisten wasit turnamen diwajibkan bermarkas di Miami.

Otoritas imigrasi Amerika Serikat tidak memberikan alasan resmi terkait pemulangan tersebut, namun Somalia diketahui masuk dalam daftar larangan perjalanan pemerintahan Donald Trump. Penolakan ini menambah panjang daftar permasalahan penyelenggaraan turnamen, yang kemudian direspons oleh Ian Wright melalui sebuah unggahan video.

"Saya baru saja membaca bahwa wasit Somalia ditolak masuk. Setiap beberapa jamnya ada cerita lain, cerita lain soal fans ditolak-lah, pemain ditolak, ofisial ditolak, para jurnalis ditolak, sekarang wasit," kata Ian Wright.

Mantan pemain Arsenal tersebut merasa situasi ini sangat ironis di tengah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh para penonton untuk menghadiri turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

"Anda lihat saya ketawa, tapi ini tidak lucu, sejujurnya ini tidak lucu, dan sesuatu harus diungkapkan. Tiket-tiket yang mahal, tiket termahal yang pernah ada, akomodasi yang mahal, biaya transportasi selangit. Itu harus dibahas," ujar Ian Wright.

Wright juga mempertanyakan kesiapan dan sikap negara tuan rumah dalam menyambut kompetisi sepak bola antarnegara yang paling bergengsi ini.

"Apakah tuan rumah sungguh bersikap begini untuk permainan terbesar, turnamen terbesar di dunia, beginikah tuan rumah bersikap? Apa kita tak akan mendengar lebih banyak?" tanya Ian Wright.

Ia membandingkan pengawasan ketat yang pernah dialami oleh Qatar saat menjadi tuan rumah edisi sebelumnya dengan situasi kekacauan yang terjadi saat ini.

"Apakah kita melihat bagaimana Qatar terseret, apa kita tidak dengar hal-hal lebih banyak? Inikah semangat sepakbola, sungguh?" tutur Ian Wright.

Lebih lanjut, Wright mengungkapkan rasa simpatinya kepada para pendukung sepak bola di Amerika Serikat yang dinilainya akan merasa sangat malu dengan insiden penolakan ini.

"Anda tahu kepada siapa saya bersimpati? Saya bersimpati untuk para fans Amerika, yang menginginkan ini, para penggemar sepakbola di Amerika yang menginginkan ini, betapa malunya mereka. Ini pasti sangat memalukan buat mereka," ucap Ian Wright.

Wright menyimpulkan bahwa turnamen kali ini dipenuhi oleh berbagai permasalahan yang harus dihadapi oleh tim mana pun yang ingin keluar sebagai juara.

"Inilah Piala Dunia, ini adalah Piala Dunia-nya kekacauan. Siapapun yang juara bakal harus melewati serangkaian kekacauan serius untuk menyelesaikannya," kata Ian Wright.