Badan Gizi Nasional Pantau Kualitas Makan Bergizi Gratis Lewat Aplikasi

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara real time melalui laporan langsung dari penerima manfaat. Pemantauan digital ini diterapkan guna mengantisipasi penurunan kualitas hidangan hingga mencegah risiko keracunan massal di lapangan.

Sistem pengawasan tersebut dijalankan lewat aplikasi Reviu Menu MBG yang melibatkan guru tunjukan sekolah dan kepala posyandu (Kaposyandu) sebagai penanggung jawab kelompok penerima manfaat. Dilansir dari Detikcom pada Senin (25/5/2026), para pengguna dapat langsung menilai parameter hidangan begitu paket makanan tiba.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam sistem ini akan memicu para mitra kerja untuk menjaga standar pasokan secara konsisten. Langkah digitalisasi pengawasan ditujukan demi mendongkrak kepedulian seluruh Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta mitra BGN.

"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan," kata Sony kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Evaluasi kualitas makanan dalam sistem ini diukur lewat ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, hingga variasi menu. Berdasarkan data dashboard per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, sebanyak 1.707 laporan dari berbagai wilayah telah masuk ke basis data BGN.

Mayoritas laporan atau sebanyak 1.705 data (99,88 persen) menyatakan makanan layak dikonsumsi, sedangkan laporan tidak layak hanya berjumlah dua buah. Ketepatan waktu distribusi juga mencapai 97,95 persen dengan 1.672 laporan tepat waktu atau lebih awal, dan 35 laporan mencatat keterlambatan.

Indikator sensorik menunjukkan performa yang tinggi di mana aspek aroma dinilai layak oleh 1.702 laporan (99,71 persen). Sebanyak 1.697 laporan (99,41 persen) menyatakan tampilan fisik makanan sesuai standar, sementara 1.688 laporan (98,89 persen) mengonfirmasi rasa makanan normal serta dapat diterima dengan baik.