Banjir rendam sejumlah wilayah di Cepu

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Semarang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan banjir akibat luapan sungai merendam puluhan rumah warga di sejumlah lokasi di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu malam.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Cepu dan daerah hulu sungai dengan durasi cukup lama, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir berasal dari luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang melintasi kawasan permukiman warga.

“Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, di Kelurahan Cepu sebanyak 35 rumah di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan terdampak genangan dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter.

Baca juga: Banjir di Cepu rendam ratusan rumah

Sementara itu, di Kelurahan Balun, lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, juga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat ini, kata Agung, Tim TRC BPBD Blora telah melakukan asesmen, pendataan, serta membantu evakuasi warga terdampak banjir. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk penanganan lanjutan.

BPBD menyebut arus air yang deras dan debit sungai yang masih tinggi menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan.

Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah lokasi dilaporkan mulai surut dan tidak ada warga yang mengungsi.

“Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung.

Baca juga: BPBD catat 10 desa di Cirebon terendam banjir akibat luapan sungai

Baca juga: BNPB: Banjir di Kediri surut total, warga mulai kembali beraktivitas

Pewarta: Teguh Imam Wibowo/Gunawan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.