Bank Indonesia Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp424,7 Triliun ke Perbankan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bank Indonesia mengucurkan dana insentif likuiditas sebesar Rp424,7 triliun kepada sektor perbankan nasional yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas pembangunan. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas ruang pembiayaan bagi dunia usaha serta masyarakat, seperti dilansir dari Kompas pada Selasa (9/6).

Selain memberikan stimulus likuiditas tersebut, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara hingga mencapai ratusan triliun rupiah. Pembelian instrumen finansial ini dijalankan demi menopang pembiayaan agenda pembangunan sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa instansi yang dipimpinnya menerapkan kebijakan komprehensif untuk mendukung perekonomian nasional melalui forum resmi di DPR RI.

"Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp152 triliun," kata Perry dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI terkait pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, Selasa (9/6).

Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kebijakan bank sentral saat ini didesain dengan dua sasaran utama yang saling melengkapi. Sisi moneter difokuskan untuk memelihara stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sedangkan aspek makroprudensial serta sistem pembayaran diarahkan guna memacu pertumbuhan ekonomi.

"Intinya, kebijakan moneter diarahkan untuk stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.

Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus dipacu oleh Bank Indonesia melalui penguatan ekosistem QRIS serta transaksi digital nasional. Program peningkatan efisiensi ekonomi ini berjalan beriringan dengan penguatan berbagai program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah demi memperluas lapangan kerja.