Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba yang menyebabkan fluktuasi suhu udara secara signifikan antara siang dan sore hari. Laporan BMKG menyebutkan bahwa suhu udara berkisar 20 hingga 31 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 100 persen.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, menjelaskan bahwa fenomena cuaca panas pada siang hari yang diikuti hujan sore merupakan karakteristik utama masa transisi musim tersebut.
"Ini merupakan salah satu ciri peralihan musim dari hujan ke kemarau," kata Agus.
Pemanasan tinggi di permukaan bumi pada siang hari memicu penguapan air yang intensif dari laut dan sungai menuju atmosfer. Agus menambahkan bahwa posisi matahari yang berada di dekat garis khatulistiwa berperan besar dalam proses pembentukan awan hujan ini.
"Pergerakan semu matahari, sekarang ini berada di sekitar ekuator, nanti di bulan Juni baru akan menjauh ke wilayah belahan bumi utara," jelas Agus.
Berdasarkan data prakiraan harian, wilayah yang diprediksi mengalami hujan intensitas sedang pada siang hingga sore hari meliputi Bulukumba, Gowa, Enrekang, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pinrang, Sidrap, dan Toraja Utara. Memasuki malam hari, hujan sedang diperkirakan masih bertahan di Enrekang serta wilayah Luwu Raya.
Angin diprakirakan bertiup dari arah utara menuju timur dengan kecepatan berkisar antara 9 hingga 28 kilometer per jam di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama menghadapi potensi kilat dan angin kencang yang muncul tiba-tiba.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·