BRIN: Satu kilogram sampah plastik bisa diolah jadi 0,9 liter solar

Sedang Trending 12 jam yang lalu

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut kapasitas mesin pirolisis pengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif jenis solar yang diserahkan kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.

Periset BRIN Heru Susanto mengatakan pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia material organik (plastik) menjadi fase gas, cair, dan padat melalui pemanasan pada suhu tinggi antara 250 hingga 350 derajat Celsius dengan sedikit atau tanpa oksigen.

"Prosesnya kurang lebih selama 7-8 jam untuk mengolah plastik menjadi solar," kata Heru, di Yogyakarta, Selasa.

Inovasi tersebut, lanjutnya, berawal dari melihat adanya permasalahan sampah plastik yang ditemukan di Bantul.

Baca juga: BRIN kembangkan energi berbasis sampah plastik bagi nelayan

Menurutnya, sampah yang menjadi bahan bakar pirolisis itu dianggap sebagai residu dan tidak laku apabila dijual, kalaupun dijual biasanya hanya dihargai murah sekitar Rp100 hingga Rp200 per kg.

"Sehingga itu tidak menarik bagi para pegiat daur ulang, kita melihat plastik kan asalnya dari minyak bumi, kita kembalikan menjadi minyak bumi," katanya.

Dari sana, BRIN bekerja sama dengan Pertamina dan Pemkab Bantul menyerahkan satu mesin pirolisis untuk KSM Pilah Berkah, Imogiri dengan harapan mampu mengubah plastik yang tidak berharga menjadi bernilai tinggi dengan mengolahnya menjadi Petasol atau solar.

"Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar," jelasnya.

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.