Bupati Jember Tanggapi Pelantikan Pimpinan BGN yang Baru

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Momen kebersamaan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dengan Bupati Jember Muhammad Fawait ketika membagikan becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Foto: Dok. Pemkab Jember

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengubah komposisi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan melantik tiga pimpinan baru sekaligus.

Yakni, Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari yang masing-masing menjadi Wakil Kepala BGN.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait turut menanggapi terjadinya pergantian pimpinan lembaga yang mengawal program prioritas Presiden tersebut.

"Atas nama Pemkab Jember kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bu Nanik sebagai Kepala BGN beserta wakil kepala BGN lainnya," ucapnya, Senin (8/6).

Gus Fawait optimistis ketiga sosok itu bakal membenahi BGN menjadi lebih baik. Apalagi, dengan kepemimpinan Nanik.

Menurut dia, Nanik merupakan figur yang memiliki karakter jujur dan tegas. Nanik juga dikenal sangat komunikatif.

"Beliau berintegritas. Track record-nya sangat jelas di BGN, sebagai salah satu yang memegang teguh prinsip bagaimana dapur-dapur MBG harus sesuai standar," ungkap Gus Fawait.

MBG dalam pandangan Gus Fawait bukan semata-mata tentang pemenuhan gizi. Melainkan lebih dari itu juga menjadi program yang mendorong ekonomi desa.

Produk-produk pertanian sebagai bahan makanan banyak yang terserap oleh MBG. Padahal, di Jember masih terdapat 209 SPPG atau separuh dari kebutuhan ideal sekitar 400 SPPG.

Gus Fawait meyakini maksud dan tujuan Presiden membuat program MBG untuk membangun keadilan. Supaya dana APBN tidak hanya berputar di pusat kekuasaan, tapi mengalir sampai ke pelosok daerah.

Meskipun MBG tidak luput dari masalah dalam pelaksanaannya sementara dianggap Gus Fawait sebagai tantangan untuk berbenah. Termasuk bagi pemerintah daerah wajib terlibat menanggulangi persoalan MBG.

"Kami siap menyukseskan program MBG sesuai cita-cita Presiden Prabowo. Kami siap bersinergi dengan BGN memastikan program ini sesuai amanah. Soal ada kekurangan, tugas kami di Pemkab Jember untuk mengawasi," tegas Gus Fawait.

Momen kebersamaan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dengan Bupati Jember Muhammad Fawait ketika membagikan becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Foto: Dok. Pemkab Jember

Pengawasan sudah dimulai oleh Gus Fawait dengan membentuk Satgas MBG dan Tim Supervisi yang berjumlah 207 orang. Mereka ditugasi untuk mengawasi seluruh SPPG yang tersebar di 31 kecamatan.

Gus Fawait setiap kali memperoleh hasil pengawasan selalu melaporkannya ke BGN. Sehingga, menjadi bahan bagi BGN untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Disamping itu, Gus Fawait bersiap-siap menyajikan data bila diperlukan oleh BGN untuk memperluas cakupan penerima MBG. Daya dukung dari Pemkab Jember dipersiapkan kapan saja diperlukan BGN.

"Penerimanya harus sesuai. Seperti misalnya anak-anak yang mungkin gizinya belum mencukupi, kemudian ibu hamil dan ibu menyusui yang harus juga menerima MBG. Kita bantu pemerintah pusat memperluas penerima MBG," ulasnya.

Pemkab Jember mendapati bukti nyata adanya efek program MBG yang menjalar sampai ke kehidupan masyarakat. Pertanian buah jeruk mengalami perkembangan seiring meningkatnya permintaan untuk menu MBG.

"Kami merasakan pertumbuhan ekonomi Jember semakin berkualitas. Komoditas pangan harganya stabil akibat dampak MBG. Contoh tergampang produk unggulan buah jeruk yang biasanya harga Rp3 ribu menjadi 10 ribu per Kg. Kalau ada 400 SPPG, maka Rp4,6 triliun uang berputar di Jember," jelas Gus Fawait.