Gereja Santo Antonius Purbayan: Tempat Pembaptisan Slamet Riyadi yang Dibangun dari Hasil Undian
Pada awal abad ke-20, perkembangan umat Katolik di Surakarta menghadapi tantangan besar karena belum adanya gereja di kota tersebut. Untuk mengikuti misa dan kegiatan keagamaan, umat harus menempuh perjalanan jauh menuju Ambarawa.
Situasi ini mendorong Pastor Cornelis Stiphout SJ mencari cara kreatif agar impian membangun gereja pertama di Solo dapat terwujud. Dari ide sederhana berupa undian berhadiah, lahirlah Gereja Santo Antonius Purbayan yang kini menjadi bagian penting sejarah Kota Surakarta.
Awal Perjuangan Umat Katolik di Solo

Gereja Jago Ambarawa. Sumber: Keuskupan Agung Semarang.
Pada masa kolonial Belanda, jumlah umat Katolik di Surakarta sebenarnya mulai berkembang. Namun, mereka belum memiliki tempat ibadah tetap.
Setiap kali ingin mengikuti misa, umat harus bepergian ke Ambarawa yang jaraknya cukup jauh dari Solo. Perjalanan tersebut tentu tidak mudah, terutama karena sarana transportasi saat itu masih sangat terbatas.
Kondisi ini menjadi perhatian Pastor Cornelis Stiphout SJ, seorang imam Jesuit yang melayani umat Katolik di wilayah tersebut. Ia melihat kebutuhan mendesak akan sebuah gereja di Solo agar umat dapat beribadah dengan lebih mudah dan teratur.
Selain sebagai tempat misa, gereja juga diharapkan menjadi pusat pembinaan iman bagi masyarakat Katolik yang terus bertambah.
Sayangnya, keinginan membangun gereja terbentur persoalan utama, yaitu biaya pembangunan yang sangat besar. Pada awal 1900-an, mengumpulkan dana untuk membangun rumah ibadah bukanlah perkara mudah. Jumlah umat yang masih sedikit membuat pemasukan gereja juga terbatas.
Ide Kreatif Melalui Undian Berhadiah

Sumber: Wikimedia Commons CC0.1.0
Di tengah keterbatasan tersebut, Pastor Cornelis Stiphout SJ menemukan cara yang tidak biasa namun sangat kreatif. Ia mengadakan undian berhadiah untuk mengumpulkan dana pembangunan gereja. Ide ini tergolong unik pada zamannya dan mampu menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya umat Katolik.
Kupon-kupon undian dijual kepada warga umum. Masyarakat yang membeli kupon memiliki kesempatan memperoleh berbagai hadiah menarik. Sebagian dana hasil penjualan digunakan untuk menyediakan hadiah undian, sementara sisanya dialokasikan untuk pembangunan gereja.
Strategi ini terbukti sangat efektif. Banyak warga tertarik mengikuti undian karena selain berkesempatan mendapat hadiah, mereka juga ikut membantu pembangunan tempat ibadah yang akan menjadi bagian penting kota Solo. Antusiasme masyarakat membuat penggalangan dana berjalan sukses.
Cara yang dilakukan Pastor Cornelis menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi solusi atas keterbatasan. Di saat banyak pihak mungkin menyerah karena kekurangan dana, ia justru menemukan pendekatan baru yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Berdirinya Gereja Santo Antonius Purbayan

Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.
Berkat keberhasilan program undian tersebut, pembangunan gereja akhirnya dapat dilaksanakan. Gereja yang kemudian dikenal sebagai Gereja Santo Antonius Purbayan berdiri di kawasan Purbayan, Surakarta. Kehadirannya menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan Katolik di Kota Solo.
Setelah melalui proses pembangunan, gereja ini resmi menggelar misa pertamanya pada 22 Desember 1907. Peristiwa tersebut menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik di Surakarta karena untuk pertama kalinya mereka memiliki tempat ibadah sendiri tanpa harus pergi jauh ke Ambarawa.
Gereja Santo Antonius Purbayan kemudian berkembang menjadi pusat kehidupan rohani umat Katolik di Solo. Selain digunakan untuk misa, gereja ini juga menjadi tempat berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
Bangunan gereja yang telah berusia lebih dari satu abad itu hingga kini masih berdiri dan menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Kota Surakarta. Nilai historisnya tidak hanya terletak pada usia bangunan, tetapi juga pada kisah unik pembangunannya yang berasal dari hasil undian berhadiah.
Tempat Dibaptisnya Slamet Riyadi

Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.
Gereja Santo Antonius Purbayan juga memiliki hubungan erat dengan sejarah nasional Indonesia. Gereja ini dikenal sebagai tempat pahlawan nasional Slamet Riyadi menerima sakramen baptis. Sosok Slamet Riyadi merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai seorang pejuang yang gugur dalam pertempuran di Ambon pada tahun 1950, nama Slamet Riyadi kemudian diabadikan menjadi nama jalan utama di Kota Surakarta. Fakta bahwa ia dibaptis di Gereja Santo Antonius Purbayan semakin menambah nilai sejarah gereja tersebut.
Hingga kini, Gereja Santo Antonius Purbayan bukan hanya menjadi tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga simbol kreativitas, semangat kebersamaan, dan bagian penting dari sejarah Surakarta.
Kisah pembangunan gereja melalui undian berhadiah menjadi bukti bahwa tekad dan inovasi dapat melahirkan sesuatu yang besar dan bertahan lintas generasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·