Hakim AS Curigai Kolusi Elon Musk dan SEC Soal Twitter

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Hakim Distrik Amerika Serikat Sparkle Sooknanan menyatakan kecurigaan terhadap adanya kesepakatan tertutup antara Elon Musk dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dalam sidang pada Rabu kemarin di Washington DC. Dugaan kolusi ini mencuat terkait penyelesaian hukum senilai USD 1,5 juta atas pembelian saham Twitter oleh Musk.

Kecurigaan muncul setelah SEC mencabut Elon Musk sebagai terdakwa pribadi dan menggantinya dengan badan hukum milik sang miliarder dalam kasus keterlambatan pengungkapan kepemilikan saham Twitter tahun 2022. Dilansir dari Detik iNET, kesepakatan tersebut juga menghapus tuntutan pengembalian dana sebesar USD 150 juta yang awalnya diduga diperoleh secara tidak sah.

Hakim Sooknanan mempertanyakan keputusan kedua belah pihak untuk membebaskan Musk dari sanksi pribadi serta pengurangan drastis nilai hukuman hingga 99 persen dari jumlah awal. Menurut penilaian hakim, persyaratan dalam penyelesaian hukum tersebut tampak tidak memiliki dasar yang kuat untuk dibenarkan secara hukum.

"Mengingat semua kejanggalan yang telah saya catat, saya merasa prihatin. Itu pertanda buruk bagi saya," kata Sparkle Sooknanan, Hakim Distrik AS.

Ketidakwajaran semakin terlihat ketika pengacara SEC menunjukkan reaksi terkejut pada sidang sebelumnya saat pihak Elon Musk mengungkapkan adanya pembicaraan penyelesaian. Hakim menegaskan perlunya pemeriksaan mendalam guna memastikan transparansi proses hukum tersebut di hadapan publik.

"And whether the settlement was tainted by improper collusion or corruption," ujar Sparkle Sooknanan, Hakim Distrik AS.

Perselisihan antara bos Tesla dan otoritas bursa Amerika Serikat ini merupakan kelanjutan dari konflik panjang pasca akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar pada Oktober 2022. Meskipun nilai denda saat ini menjadi yang terbesar dalam sejarah SEC, jumlah tersebut hanya mewakili fraksi kecil dari kerugian yang semula diperkirakan oleh lembaga regulator tersebut.