Pemerintah Iran menyatakan bahwa pembahasan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) untuk memastikan berakhirnya pertempuran di semua lini berjalan lancar pada Minggu (24/5/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Proses mediasi yang dipelopori Pakistan dan negara Teluk Persia ini berfokus pada penyusunan nota kesepahaman serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari termasuk pembukaan Selat Hormuz secara bertahap.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei memberikan penjelasan mengenai perkembangan komunikasi intensif kedua negara yang menunjukkan kemajuan positif dalam satu minggu terakhir.
"Draf akhir teks perjanjian antara Iran dan AS masih dalam peninjauan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei, seperti dikutip televisi pemerintah Iran. "Selama seminggu terakhir, prosesnya telah bergerak menuju konvergensi pandangan."
Baghaei juga menambahkan mengenai kepastian waktu penyelesaian sejumlah isu krusial yang masih tersisa dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak mediator.
"Masih ada masalah yang perlu ditangani melalui diskusi dengan para mediator," tambah Baghaei. "Kami harus menunggu dan melihat ke mana situasi akan mengarah dalam tiga atau empat hari ke depan."
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan mengenai peluang keberhasilan negosiasi ini sebelum melakukan pertemuan dengan tim negosiator utamanya.
"50-50" kata Trump kepada Axios pada hari Sabtu.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi adanya kemajuan dalam proses diplomasi tersebut saat memberikan keterangan kepada media di India.
"Ada beberapa kemajuan," kata Rubio kepada wartawan di India pada hari Sabtu.
Pemerintah AS tetap menegaskan syarat mutlak terkait program nuklir Iran dan jaminan keamanan jalur maritim internasional di Selat Hormuz.
"Preferensi presiden selalu untuk menyelesaikan masalah seperti ini melalui solusi diplomatik yang dinegosiasikan," kata Rubio.
33 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·