Jakarta Barat Rawan Begal

Sedang Trending 2 jam yang lalu

JAKARTA Barat menjadi wilayah yang rentan pembegalan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin menjelaskan ada karakteristik tertentu yang membuat wilayah itu menjadi lokasi rawan.

Salah satu alasannya adalah penduduk Jakarta Barat yang beragam. Ia memandingkannya dengan penduduk di Jakarta Selatan. Menurut dia, hal tersebut berpengaruh pada ruang maupun kejahatan yang berpotensi terjadi.

“Jakarta Barat ini cukup heterogen keberadaan masyarakatnya, dan cukup dinamis pergerakan berbagai sendi kehidupan di tengah-tengah masyarakatnya,” kata dia kepada wartawan, dikutip Ahad, 24 Mei 2026.
 
Iman menjelaskan lalu lintas masyarakat Jakarta Barat cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Jakarta Selatan. “Sementara kalau kami bandingkan di Jakarta Selatan cukup banyak sentra bisnis dan tempat-tempat atau kegiatan masyarakat beraktivitas dalam hal berusaha. Ini berpengaruh juga,” ujarnya.
 
Selain itu, ia membahas patroli yang dilakukan di kedua wilayah tersebut. Ia berkata polisi akan berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, serta jajaran kepolisian resor dan sektor untuk menekan angka kejahatan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. “Begitupun juga di wilayah-wilayah yang lain, maupun wilayah penyangga yang berada di bawah wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Iman.
 
Polda Metro Jaya mencatat ada 1.283 laporan kasus kejahatan jalanan yang terjadi sejak awal bulan, dari 1 Mei hingga hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.
 
Dari kasus-kasus tersebut, pencurian dengan pemberatan tercatat paling banyak terjadi, dengan jumlah 651 kasus. Kemudian ada 396 kasus pencurian biasa, 209 pencurian kendaraan bermotor, dan 27 pencurian dengan kekerasan. “Dari total laporan tersebut, kami telah berhasil mengungkap sejumlah 870 tempat kejadian perkara di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Iman.
 
Tim Pemburu Begal yang baru dibentuk Polda Metro Jaya pun masih menelusuri kasus-kasus yang belum terungkap. “Masih ada 413 perkara yang sedang kami selesaikan,” kata Iman.
 
Adapun dari kasus-kasus tersebut, polisi telah melakukan upaya paksa terhadap 173 orang. Sebanyak 38 orang ditangkap oleh Tim Pemburu Begal Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sedangkan 135 orang lainnya oleh jajaran polres.
 
Seratus orang terduga pelaku tersebut berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sementara itu, 73 orang lainnya berasal dari luar Jabodetabek.
 
Sejak awal bulan, polisi juga telah menyita 466 barang bukti. Di antaranya adalah 84 unit gawai, 69 unit sepeda motor dan kendaraan roda empat, laptop, delapan pucuk senjata beserta amunisi, kunci letter T, dan 45 bilah senjata tajam.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca