Jakarta -
Selain murah dan enak, kuaci ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup padat dan bermanfaat bagi tubuh. Apa saja manfaat sehatnya?
Biji bunga matahari atau kuaci kini semakin populer sebagai camilan sehat yang praktis dikonsumsi sehari-hari. Ukurannya memang kecil, tetapi kandungan gizinya disebut sangat melimpah.
Dilansir dari Vogue Superfood (12/05/2026), kuaci berasal dari bagian tengah bunga matahari yang kemudian dipanen dan diolah, lalu dijual dalam bentuk dengan atau tanpa kulit. Camilan ini bisa dikonsumsi langsung, dipanggang, atau ditambahkan ke berbagai makanan lain sesuai selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biji bunga matahari disebut sebagai salah satu sumber protein nabati yang cukup tinggi serta mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk tubuh. Dari sisi kandungan gizi, biji bunga matahari dikenal sebagai sumber protein yang cukup tinggi. Berdasarkan data USDA, 100 gram biji bunga matahari mentah mengandung sekitar 18,9 gram protein.
Kuaci Biji Bunga Matahari Foto: Getty Images/iStockphoto
Sebagai perbandingan, dua butir telur besar mengandung sekitar 12,4 gram protein. Protein sendiri dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi otot, hormon, serta sistem kekebalan tubuh. Selain protein, kuaci juga mengandung vitamin E dalam jumlah tinggi.
Selain protein, biji bunga matahari juga kaya vitamin E yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Dalam jurnal Food and Humanity tahun 2025 disebutkan bahwa vitamin E berperan melindungi sel tubuh dari stres oksidatif dan membantu mengurangi peradangan.
Menurut ahli gizi Umo Callins, MS, RD, CSSD, LD, CPT, nutrisi tersebut membantu proses tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi, mendukung kerja otot dan saraf, hingga membantu pembentukan sel darah merah. Dalam laporan Food and Humanity juga disebutkan bahwa biji ini mengandung asam lemak esensial, terutama linoleic acid, yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
"Kuaci dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi imun, serta memberi perlindungan antioksidan. Namun, makanan ini tetap harus menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan solusi utama untuk hidup sehat," ujar Callins.
Kuaci Biji Bunga Matahari Foto: Getty Images/iStockphoto
Selain itu, dalam 100 gram kuaci terdapat sekitar 7,2 gram serat yang membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Untuk pengolahan, proses pemanggangan (roasting) bisa membuat rasa lebih enak dan memperpanjang daya simpan. Namun, pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu lama dapat mengurangi sebagian kandungan vitamin E dan senyawa antioksidan yang sensitif terhadap panas. Meski begitu, roasting ringan masih dianggap cukup aman dan tetap bermanfaat.
Soal konsumsi, ahli gizi merekomendasikan sekitar 1 ons atau kurang lebih seperempat cangkir kuaci kupas per hari. Konsumsi berlebihan perlu dihindari karena kalorinya cukup tinggi, terlebih pada produk yang sudah ditambahkan garam.
Kuaci juga tidak dianjurkan untuk orang dengan alergi. Selain itu, bagi yang perlu membatasi asupan natrium, kalori, fosfor, atau kalium, sebaiknya tetap memperhatikan porsi dan jenis produk yang dikonsumsi.
(sob/sob)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·