Nanning (ANTARA) - Dari kebun-kebun di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, hingga truk pendingin yang menuju Indonesia, sebuah buah musiman mungil kini bergerak lebih cepat dari sebelumnya untuk mencapai konsumen di tempat yang jauh.
Hal itu didukung oleh peningkatan logistik rantai dingin, perdagangan elektronik, dan proses bea cukai yang semakin efisien.
Di bawah cahaya pagi, para pekerja di kebun-kebun di Beitong, wilayah Pubei, Kota Qinzhou, sibuk memanen gelombang pertama leci "Feizixiao" matang tahun ini. Feizixiao, yang secara harfiah berarti "senyuman sang selir kekaisaran", merujuk pada jenis leci yang sangat disukai seorang selir cantik pada masa Dinasti Tang China kuno hingga sang kaisar memerintahkan langsung pengiriman buah itu dari China selatan ke ibu kota di utara meski menempuh jarak yang sangat jauh.
Buah-buah yang baru dipetik segera diangkut ke pusat penyortiran terdekat untuk diseleksi, didinginkan terlebih dahulu dengan air es, lalu dikemas menggunakan lembaran es basah dan balok es guna menjaga kesegarannya sebelum dimuat ke truk. Di dalam ruang pendingin, balok-balok es besar terus melepaskan udara dingin untuk mempertahankan kesegaran leci selama perjalanan.
Pubei, yang memiliki lebih dari 31.000 mu (sekitar 2.066 hektare) perkebunan leci, kini memasuki musim panen tersibuknya. Terletak di sebelah selatan Garis Balik Utara (Tropic of Cancer), wilayah kecil di Guangxi ini memiliki suhu hangat, sinar matahari melimpah, dan tanah kaya selenium sehingga sangat ideal untuk budidaya leci.
Leci "Feizixiao" produksi lokal telah diakui sebagai produk Indikasi Geografis China. Namun, selama bertahun-tahun, karakter buah yang mudah rusak dan masa simpan yang singkat menjadi tantangan bagi para petani,sehingga kondisi "panen melimpah, tetapi, keuntungan rendah" kerap terjadi.
Leci Pubei jangkau pasar yang lebih luas berkat rantai pasokan modern. (ANTARA/Xinhua) Kini, seiring peningkatan bertahap dalam logistik rantai dingin, saluran perdagangan elektronik, dan jaringan ekspor, leci Pubei semakin cepat menjangkau pasar jauh di luar daerah asalnya.
Belum lama ini, di alun-alun pusat distribusi Shuangliang di Desa Liangtian, Baishishui, sejumlah truk pendingin tampak berjajar. Suhu di dalam kompartemen dijaga sekitar 3 derajat Celsius, sementara kotak-kotak leci yang baru dipanen tersusun rapi, beberapa di antaranya masih menyisakan embun pagi.
Saat mesin dinyalakan, truk-truk itu pun berangkat membawa leci ke berbagai tujuan di seluruh China, sementara ekspor juga semakin banyak dikirim ke Indonesia dan pasar luar negeri lainnya.
Menurut eksportir Jiang Xuechang, leci "Feizixiao" dari Pubei digemari di pasar luar negeri karena kulitnya tipis, daging buahnya tebal, rasanya manis, dan memiliki aroma khas menyerupai madu. Dia memperkirakan tahun ini bisa mengekspor sekitar 2.000 ton, sebagian besar ke pasar Asia Tenggara.
"Produk kami saat ini terutama dikirim ke Indonesia dan Singapura. Konsumen Singapura cenderung menerima harga yang lebih tinggi, sedangkan Indonesia menawarkan pasar yang lebih besar karena jumlah penduduknya," kata Jiang.
Leci Pubei jangkau pasar yang lebih luas berkat rantai pasokan modern. (ANTARA/Xinhua)
"Industri leci telah menciptakan lebih banyak peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal," kata wakil kepala wilayah Pubei Huang Yan.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut memperluas perkebunan leci, meningkatkan kualitas buah, dan memperkuat merek lokal, sekaligus memperluas rantai industri ke sektor pengolahan, penjualan, dan pariwisata pedesaan. Otoritas setempat juga mendorong standar penanaman dan memperkuat pengawasan mutu demi memastikan kualitas produk tetap stabil.
Sementara itu, perdagangan elektronik melalui siaran langsung (livestreaming e-commerce) dan pengiriman langsung dari daerah asal berkembang pesat, memungkinkan leci yang baru dipetik segera sampai ke tangan konsumen di dalam maupun luar negeri.
Begitu leci dipetik dari pohon, "perlombaan melawan waktu" yang sesungguhnya pun dimulai.
Leci Pubei jangkau pasar yang lebih luas berkat rantai pasokan modern. (ANTARA/Xinhua) "Tahun ini, kami mendirikan titik pengumpulan sementara di area-area produksi utama di Pubei dan menghadirkan peralatan pendingin bergerak serta fasilitas penyimpanan dingin sehingga leci dapat langsung masuk ke rantai dingin setelah dipanen," ujar kepala penjualan industri JD Logistics di Guangxi Zhang Shisheng.
Dia menambahkan bahwa pusat distribusi di seluruh Guangxi telah ditingkatkan untuk musim leci, dan transportasi multimoda melalui jalur udara, kereta cepat, serta jalur utama rantai dingin kini memungkinkan pengiriman ke kota-kota besar hanya dalam waktu secepat 24 jam.
"Platform ini juga meluncurkan kanal khusus leci Guangxi dengan memanfaatkan rekomendasi pencarian, kupon konsumsi, dan siaran langsung untuk memperluas saluran penjualan. Konsumen tidak hanya dapat membeli leci, tetapi juga mengikuti siaran langsung untuk menelusuri perjalanan buah tersebut dari kebun hingga pengiriman," tutur Zhang.
Peningkatan rantai pasokan juga menarik lebih banyak perusahaan lokal untuk terjun ke industri ini.
"Dengan berkembangnya penjualan daring, persoalan seperti biaya rantai dingin, standar penyortiran, dan pengendalian mutu menjadi semakin menonjol," kata manajer umum Pubei Jiachangwang Supply Chain Co., Ltd Ning Zheng.
Leci Pubei jangkau pasar yang lebih luas berkat rantai pasokan modern. (ANTARA/Xinhua) Zheng mengatakan tahun ini mereka fokus meningkatkan sistem pergudangan, logistik, dan pengawetan, sekaligus memperluas perdagangan elektronik melalui siaran langsung, pasar grosir di seluruh China, dan saluran penjualan luar negeri.
"Kami berharap perjalanan dari dahan hingga meja makan menjadi lebih efisien dan membantu meningkatkan pendapatan petani," kata dia.
Dalam proses ekspor, penyederhanaan prosedur bea cukai juga semakin mendukung pengiriman leci ke luar negeri.
Menurut Wakil Kepala Bea Cukai Qinzhou Wei Yangyu, berbagai langkah seperti deklarasi berbasis janji temu, pemeriksaan prioritas, dan "penerbitan sertifikat berbasis komputasi awan" telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir untuk mempersingkat waktu pemeriksaan dan meningkatkan efisiensi ekspor.
Manajer umum Pubei Bangliang Family Farm Co., Ltd., salah satu eksportir lokal, Liang Bangcai, menyatakan sebagai eksportir, dia dulu sulit membayangkan leci yang dipetik pada pagi hari bisa langsung dikirim ke luar negeri pada hari yang sama. Tapi, hal itu sekarang semakin umum terjadi.
Dia menambahkan koordinasi antara sektor penanaman, logistik rantai dingin, dan transportasi lintas perbatasan kini semakin lancar, sehingga membantu lebih banyak konsumen luar negeri mengenal leci Pubei.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·