Sebanyak lima korban tabrakan antara KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga Minggu (24/5/2026). Tragedi maut yang terjadi pada Senin (27/4) lalu itu sebelumnya telah mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Kondisi terkini para korban tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian. Dilansir dari Detikcom, beberapa pasien lain yang sempat mendapatkan penanganan medis kini sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
"Terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, hingga saat ini masih terdapat 5 orang korban yang menjalani perawatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).
Pihak kepolisian kemudian merinci sebaran fasilitas kesehatan yang merawat kelima korban selamat tersebut.
"Dengan rincian 2 orang di RS Primaya Bekasi Timur, 1 orang di RSUD Kabupaten Bekasi, 1 orang di RS Primaya Bekasi Barat, dan 1 orang di Eka Hospital Harapan Indah," ujar Budi.
Kronologi mengenai insiden fatal ini juga telah dipaparkan oleh pemerintah dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026). Berdasarkan penjelasan resmi, kecelakaan dipicu oleh sebuah taksi hijau yang mengalami mati mesin di atas perlintasan sebidang.
KRL 5181B relasi Cikarang-Jakarta kemudian menabrak taksi mogok tersebut pada pukul 20.48 WIB, yang seketika mengundang kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian untuk melihat insiden dari dekat.
"KA Sawunggalih diberangkatkan pukul 20.37 dari Stasiun Bekasi dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat menunjukkan video ilustrasi kecelakaan.
Akibat adanya kerumunan warga di jalur rel, KRL 5568A relasi Jakarta-Cikarang yang baru diberangkatkan terpaksa menghentikan lajunya di dekat Stasiun Bekasi Timur.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," imbuh Dudy.
Nahas, pada pukul 20.51 WIB, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah berlawanan dengan kecepatan 108 kilometer per jam atau tiga menit lebih awal dari jadwal resmi.
"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," kata Dudy.
Tabrakan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL 5568A akhirnya tidak terhindarkan pada menit berikutnya.
"Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB," ujar Dudy.
Dampak dari peristiwa ini merenggut sedikitnya 16 korban jiwa dan menyebabkan 90 orang lainnya luka-luka. Seluruh korban fatal maupun luka merupakan penumpang KRL, sedangkan penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat tanpa cedera.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·