Tim pabrikan Ducati Lenovo mengonfirmasi Marc Marquez akan absen pada seri MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang berlangsung 15-17 Mei 2026. Pembalap asal Spanyol tersebut harus menjalani pemulihan setelah operasi ganda pada kaki kanan dan bahunya di Madrid akibat kecelakaan saat Sprint Race MotoGP Prancis.
Melansir laporan Antara, Ducati dipastikan tidak akan menunjuk pembalap pengganti sehingga Francesco Bagnaia menjadi satu-satunya wakil tim pabrikan di Barcelona. Marquez mengalami cedera metatarsal kelima dan gangguan saraf radial yang dipicu oleh pergeseran sekrup dari prosedur medis pasca-insiden di Indonesia pada 2025 lalu.
Analisis mengenai kondisi fisik Marquez disampaikan oleh mantan pembalap MotoGP, Sete Gibernau, yang mengamati pergerakan sang juara dunia di lintasan. Gibernau menilai bahwa keterbatasan fisik tersebut sangat terlihat jelas pada performa balap Marquez sebelum operasi dilakukan.
"Jika Anda menganalisis semuanya secara mendalam, harus berhenti untuk menjalani operasi adalah sebuah kemungkinan" ujar Sete Gibernau, Runner-up MotoGP 2003 dan 2004.
Gibernau menjelaskan bahwa Marquez tampak tidak mampu memberikan beban maksimal pada lengannya saat balapan berlangsung di Le Mans. Hal ini dianggap menjadi penyebab utama kegagalan Marquez bereaksi cepat ketika motornya kehilangan kendali.
"Jika Anda memperhatikannya sepanjang tahun, ia tidak menggunakan lengannya secara maksimal. Anda bisa melihatnya saat sprint di Le Mans. Ia tidak bisa memberikan beban pada lengannya. Dan saat kecelakaan terjadi, lengannya menyerah dan ia tidak bereaksi" kata Sete Gibernau menambahkan.
Di sisi lain, video dokumenter Inside Ducati memperlihatkan momen emosional saat Marquez berdiskusi dengan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengenai masalah sarafnya. Marquez mengakui bahwa rasa sakit tersebut membuatnya kehilangan waktu sekitar 0,5 detik per putaran musim ini.
"Aku tidak mengatakan apa pun…" ungkap Marc Marquez, Pembalap Ducati Lenovo.
Marquez menjelaskan kepada tim teknisnya bahwa terdapat gangguan saraf yang tidak konsisten sehingga menyulitkannya saat melakukan manuver agresif. Ia terpaksa memacu motor dengan keterbatasan fungsi fisik yang signifikan pada bagian tubuh sebelah kanan.
"Saya berkendara dengan satu setengah tangan" lanjut Marc Marquez.
Pembalap bernomor motor 93 ini memaparkan bahwa gangguan tersebut muncul setelah sekrup dari operasi sebelumnya bergeser dan menekan saraf radial. Kondisi ini mulai dirasakannya secara intens pasca seri Jerez, yang kemudian memengaruhi kekuatan pada tiga jari dan lengan kanannya.
"Ada sekrup yang menyebabkan masalah saraf pada saya. Kadang kambuh, kadang tidak" ujar Marc Marquez.
Gigi Dall’Igna merespons dengan menyatakan bahwa operasi adalah langkah terbaik untuk memprioritaskan kesehatan jangka panjang sang pembalap. Marquez sendiri sempat meminta agar masalah medis ini dirahasiakan sebelum akhirnya diputuskan untuk dilakukan tindakan bedah segera.
"Ya, tapi saya mengerti ini terjadi pada saya. Anda tidak bisa mengendarai sepeda motor… Kadang kambuh, kadang tidak. Saya tahu ini terjadi" jawab Marc Marquez.
Tim dokter di Madrid dilaporkan telah mencabut dua sekrup yang rusak dan fragmen tulang dari cedera tahun 2019 guna memulihkan fungsi saraf tersebut. Namun, absennya Marquez di Catalunya memberikan dampak besar pada klasemen karena ia kini tertinggal 71 poin dari Marco Bezzecchi sebagaimana dilaporkan tmcblog.
"Itulah mengapa operasi sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya" tutur Marc Marquez.
Meskipun jadwal pemulihan belum dipastikan, Marquez sebelumnya sempat menunjukkan kecepatan impresif dengan memecahkan rekor lap di Q1 GP Prancis. Ia menegaskan bahwa kendala utama musim ini bukanlah hilangnya kemampuan balap, melainkan limitasi fisik yang tak terduga saat berada di lintasan.
"Mereka harus mencabut sekrup yang patah akibat kecelakaan di Indonesia [2025]… Mereka melihatnya bergeser" terang Marc Marquez.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengingat kembali bahwa sensasi tidak nyaman pada lengannya semakin terasa ketika ia mencoba mencari posisi berkendara yang ideal. Hal ini pula yang menjelaskan beberapa kecelakaan yang dialaminya tanpa ada indikasi pemaksaan performa motor yang berlebihan.
"Setelah Jerez, saya pergi untuk pemeriksaan. Saya merasa ada yang salah. Saat saya masuk ke posisi berkendara, sekrup yang patah itu… Setelah Indonesia, sekrup itu bergeser dan menyentuh saraf" jelas Marc Marquez.
Marquez juga merinci bahwa hilangnya kendali motor di beberapa tikungan cepat merupakan dampak langsung dari melemahnya kekuatan lengan kanannya. Data tim menunjukkan adanya penurunan performa yang selaras dengan keluhan fisik yang ia rasakan.
"[Itu] saraf yang saya gunakan untuk tiga jari dan seluruh lengan [kanan]" papar Marc Marquez.
Kondisi ini membuatnya sering kali kehilangan kontrol bagian depan motor secara mendadak meskipun tidak sedang berkendara di batas kemampuan tertinggi. Penurunan tenaga lengan terjadi secara fluktuatif di tengah balapan yang panjang.
"Itu mengurangi kekuatan saya" sebut Marc Marquez.
Marquez menambahkan bahwa ada momen di mana ia merasa sangat cepat, namun di lap berikutnya kendali motor hilang sepenuhnya. Hal ini membuatnya frustrasi karena merasa tidak melakukan kesalahan teknis dalam gaya balapnya.
"Kemarin, saat time attack, Anda bertanya kepada saya apa yang terjadi di tikungan itu. Saya tahu apa yang terjadi di tikungan itu..." ucap Marc Marquez.
Setelah keberhasilan di kualifikasi, Marquez sempat merasa optimis sebelum akhirnya insiden di Sprint Race memaksanya berhenti total. Ia menyadari bahwa memaksakan diri dalam kondisi tersebut hanya akan merugikan tim dan dirinya sendiri.
"Dan hari ini juga. Untuk beberapa lap, semuanya baik-baik saja… Beberapa lap kemudian, tidak begitu" imbuh Marc Marquez.
Marquez menekankan bahwa keputusannya untuk menjalani operasi didasari pada keinginan untuk kembali kompetitif secara penuh. Ia merasa tidak perlu membuktikan kecepatan murninya lagi setelah performa singkat di Le Mans membuktikan bahwa bakatnya tetap ada.
"Saya tidak perlu membuktikan apa pun. Saya bisa melaju cepat. Hari ini saya cepat di Q1!" tegas Marc Marquez.
Namun, ketidakkonsistenan performa akibat nyeri saraf tetap menjadi hambatan utama dalam perebutan gelar juara dunia. Ia mengaku sering mengalami kecelakaan aneh yang sulit dijelaskan oleh logika balap biasa jika mengabaikan faktor cedera.
"Saya bisa melaju cepat. Masalahnya adalah saya mencatatkan waktu lap setengah detik di bawah batas kemampuan saya" urai Marc Marquez.
Masalah tersebut dirasakannya paling berat saat memasuki tikungan-tikungan cepat di mana stabilitas lengan kanan sangat krusial. Kegagalan fungsi saraf membuatnya kehilangan kontrol sensitif pada bagian depan motor Desmosedici GP26.
"Ada beberapa kecelakaan yang saya tidak mengerti alasannya. Saya tidak memacu motor. Saya tidak berada di batas kemampuan" kata Marc Marquez.
Marquez menutup penjelasannya dengan merujuk pada beberapa insiden spesifik dalam balapan sebelumnya di mana ia merasa tidak sedang menekan motor hingga batas maksimal. Hal tersebut menjadi dasar kuat bagi tim medis untuk segera melakukan intervensi bedah.
"Di Jerez [Grand Prix], saya memasuki tikungan cepat, and saya kehilangan kendali bagian depan motor. Saya tidak bisa memacu motor" ungkap Marc Marquez.
Keputusan untuk membuka masalah ini ke publik dilakukan agar fokus tim kini beralih sepenuhnya pada proses rehabilitasi. Marquez menginginkan transparansi data agar tim memahami bahwa kendala teknis yang terbaca adalah akibat dari keterbatasan fisik pembalapnya.
"Saya meminta agar ini dirahasiakan" pungkas Marc Marquez.
Ducati kini fokus mendukung pemulihan Marquez dan berharap ia bisa kembali di GP Italia di Sirkuit Mugello. Sementara itu, persaingan gelar juara dunia 2026 terus berlanjut tanpa kehadiran pembalap tersukses di grid tersebut untuk sementara waktu.
"Tetapi memang benar bahwa [lengan] ini tidak berfungsi. Anda dapat melihatnya pada data" tutup Marc Marquez.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·