Jakarta (ANTARA) - Di atas lahan seluas 100 hektare kawasan pesisir Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berdiri sebuah model industrialisasi perikanan nasional melalui proyek Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen.
Tempat ini bukan hamparan kolam peliharaan biasa, melainkan sebuah cetak biru dari ambisi besar pemerintah untuk merombak total wajah budi daya perikanan nasional, dari yang semula bercorak tradisional menuju ekosistem industri modern yang terukur, presisi, dan berbasis teknologi tinggi.
Ketika diresmikan oleh pemerintah pada Maret 2023, kawasan ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kegagalan panen yang kerap membayangi petambak tradisional akibat penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran air.
Dari total lahan potensial yang tersedia di pesisir Kebumen, area seluas 65 hektare telah bertransformasi menjadi jaringan infrastruktur hidrologi yang rumit, tapi sangat sistematis. Pengelolaan sirkulasi air diatur secara ketat melalui satu unit intake air laut yang mengalirkan air menuju tandon utama seluas 3 hektare, kemudian didistribusikan secara berkala ke 50 unit tandon klaster sebelum akhirnya memasuki 139 kolam produksi utama.
Seluruh sisa air pembuangan dari proses budi daya wajib melewati 17 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) klaster, serta satu IPAL utama seluas 2 hektare sebelum dilepaskan kembali ke laut lepas. Keberadaan sistem pengelolaan limbah cair yang terpadu ini berfungsi untuk memastikan bahwa air yang kembali ke laut dalam kondisi bersih dan bebas dari sisa amonia pakan, sehingga tidak mencemari ekosistem pesisir selatan Jawa.
Standardisasi infrastruktur penunjang seperti laboratorium pemantauan penyakit, bangsal pakan yang higienis, gudang logistik, hingga bangsal khusus pascapanen dibangun saling berdekatan untuk memangkas waktu operasional di lapangan.
Hasil dari investasi infrastruktur yang ketat dan disiplin tata kelola hayati ini mulai terlihat saat kawasan ini memasuki tahun keempat masa operasionalnya.
Melalui metode jaring penangkap, panen raya udang vannamei siklus kedelapan mencatatkan angka produktivitas yang tinggi, yakni mencapai rata-rata 40 ton udang per hektare. Momen inilah yang kemudian menjadi simbol bagi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri panen raya. Bahkan, ikut menarik jaring berisi ratusan udang dalam sekali jala.
Baca juga: Presiden panen raya udang di Kebumen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·