Mengenal Moe Berg Atlet Bisbol AS yang Menjadi Mata&mata CIA

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Amerika Serikat dikenal memiliki banyak atlet bisbol berbakat yang mencatatkan sejarah di lapangan hijau. Namun, sosok Morris "Moe" Berg menonjol bukan hanya karena kepiawaiannya menangkap bola, melainkan karena peran ganda yang ia jalani sebagai perwira intelijen negara.

Dilansir dari Detikcom, informasi dari laman Central Intelligence Agency (CIA) menyebutkan bahwa Berg memanfaatkan kecerdasan dan kemampuan bahasanya untuk menjalankan misi rahasia. Pria kelahiran New York City pada 2 Maret 1902 ini sudah menggeluti bisbol sejak usia dini.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Princeton pada tahun 1923, Berg memulai karier profesionalnya bersama Brooklyn Dodgers. Pada awal kariernya, ia menempati posisi pemain base pertama dan shortstop sebelum akhirnya bertransformasi menjadi seorang catcher.

Moe Berg bukan sekadar atlet biasa karena ia memiliki latar belakang akademis yang sangat kuat. Ia mendalami bahasa Prancis di Sorbonne, Paris, dan melanjutkan studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Columbia hingga resmi menjadi anggota bar New York State pada 1928.

Kemampuannya berkomunikasi dalam berbagai bahasa asing membuatnya sering diundang ke acara makan malam kedutaan. Kecerdasan intelektual Berg yang luar biasa ini segera menarik perhatian pemerintahan Roosevelt, yang kemudian melihat potensi besar dalam dirinya untuk kepentingan intelijen.

Momen penting terjadi pada tahun 1934 saat Berg bergabung dalam tur tim All-Star Amerika ke Jepang. Di sela-sela kegiatannya sebagai atlet, ia merekam instalasi militer, fasilitas pelabuhan Tokyo, dan objek vital lainnya menggunakan kamera untuk diserahkan kepada pemerintah Amerika Serikat.

Misi Rahasia di Perang Dunia II

Karier intelijennya semakin formal ketika Office of Strategic Services (OSS), yang merupakan cikal bakal CIA, merekrut Berg pada tahun 1943. Ia dikirim ke Swiss dengan tugas khusus untuk memantau perkembangan program senjata nuklir Jerman yang dipimpin oleh pihak Nazi.

Dalam misi tersebut, Berg berhasil bertemu dengan fisikawan ternama Jerman, Werner Heisenberg. Dari pertemuan itu, terungkap informasi krusial bahwa Jerman sebenarnya belum mendekati keberhasilan dalam pengembangan bom atom dan diprediksi akan kalah dalam peperangan tersebut.

Data intelijen yang dikumpulkan oleh Berg memberikan kontribusi signifikan bagi strategi militer Amerika Serikat selama berlangsungnya Perang Dunia II. Ia terus mengabdi di OSS hingga lembaga spionase tersebut resmi dibubarkan oleh pemerintah pada tahun 1945.

Warisan dan Kontribusi untuk Negara

Pasca perang, Berg sempat bertugas dalam staf Kelompok Penasihat NATO untuk urusan penelitian dan pengembangan penerbangan. Hingga akhir hayatnya pada tahun 1972, ia tetap merasa bangga atas pilihan hidupnya meskipun namanya tidak masuk dalam deretan legenda bisbol Amerika.

"Mungkin saya tidak berada di Hall of Fame Bisbol Cooperstown seperti banyak teman bisbol saya, tetapi saya senang memiliki kesempatan untuk bermain bisbol profesional dan sangat bangga atas kontribusi saya kepada negara saya," ujar Moe Berg.