Napoli Amankan Posisi Kedua Serie A Usai Tekuk Udinese 1&0

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Skuad asuhan Antonio Conte berhasil mengunci posisi kedua klasemen akhir Serie A musim 2025/2026 setelah menundukkan Udinese dengan skor 1-0 dalam laga pamungkas Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kemenangan tipis tuan rumah ini mengukuhkan posisi Napoli di papan atas dengan raihan akhir 76 poin dari 23 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Sebaliknya, Udinese yang dilatih Kosta Runjaic harus puas mengakhiri musim di peringkat kesepuluh dengan mengoleksi 50 poin.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan dominasi penguasaan bola oleh Napoli sejak awal laga, yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi ANTV. Gol tunggal penentu kemenangan I Partenopei dilesakkan oleh penyerang Rasmus Hojlund pada menit ke-24 babak pertama.

Gol tersebut tercipta setelah Kevin De Bruyne melepaskan umpan terobosan matang yang berhasil dimanfaatkan Hojlund untuk menaklukkan penjaga gawang Udinese, Maduka Okoye. Napoli sebelumnya juga meraih kemenangan telak 3-0 atas Pisa pada pertandingan pekan lalu, seperti dilansir dari startupbusiness.it.

Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal oleh Napoli akibat cedera otot fleksor yang dialami Alisson Santos pada menit ke-10, serta cedera Stanislav Lobotka pada menit ke-35. De Bruyne masuk menggantikan Alisson dan langsung memberikan dampak besar bagi tim.

Udinese berupaya memberikan perlawanan melalui peluang dari Karlstrom serta pergerakan Artur Atta dan Keinan Davis. Upaya tim tamu menyamakan kedudukan semakin berat setelah bek Christian Kabasele menerima kartu merah langsung akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Hojlund.

Keputusan pengusiran tersebut diambil setelah wasit Zanotti melakukan peninjauan melalui asisten video wasit atau VAR di lapangan.

"A seguito di revisione il calciatore numero 27 dell'Udinese commette una condotta violenta, decisione finale espulsione" kata Zanotti, Wasit.

Meskipun bermain dengan 10 pemain, Udinese tetap tampil gigih hingga menit akhir, termasuk lewat peluang dari Isaak Toure. Di akhir laga, Conte melakukan pergantian emosional dengan memasukkan penjaga gawang ketiga, Nikita Contini, menggantikan Alex Meret untuk ikut merasakan atmosfer pertandingan.

Laga penutup ini diselimuti suasana emosional karena menjadi momen perpisahan Antonio Conte yang akan meninggalkan klub setelah dua musim mengabdi dengan sumbangan satu trofi Scudetto dan satu gelar Supercoppa Italiana. Sebelum pertandingan dimulai, Conte sempat memberikan keterangan resmi mengenai perasaan dan targetnya.

"L'emozione è quella di sempre, di ogni pre-partita: voglio cercare di fare risultato ed è la cosa più importante. È stato un campionato in cui sono state fatte cose importanti, o forse troppo sottovalutate. Va benevolence, i ragazzi devono finire nel miglior modo possibile" kata Antonio Conte, Pelatih Napoli.

Conte kemudian menekankan pentingnya profesionalisme serta karakteristik unik yang dimiliki oleh atmosfer sepak bola di Kota Napoli untuk mencapai target akhir tim.

"È importante ottenere un risultato positivo, che sia l'ultima giornata non conta: bisogna scendere in campo per raggiungere l'obiettivo" tutur Antonio Conte, Pelatih Napoli.

Mantan pelatih tim nasional Italia tersebut juga mengagumi gairah besar dari para pendukung tuan rumah sebelum ia melangkah memimpin timnya ke lapangan.

"Bisogna stare qui per capire cosa è Napoli e cosa rappresenta il Napoli per il popolo. E' un ambiente dove tutto viene esaltato al massimo, devi gestirlo e a volte diventa più difficile che altrove. Vincere qua dà grande soddisfazione" ujar Antonio Conte, Pelatih Napoli.

Selepas pertandingan berakhir, striker Rasmus Hojlund turut memberikan pandangannya mengenai sosok sang pelatih yang berperan besar dalam karier sepak bolanya.

"È stato importante per la mia crescita e uno dei motivi per cui sono venuto qui. È uno dei migliori al mondo, con grandi valori morali e tecnici" kata Rasmus Hojlund, Pemain Napoli.

Apresiasi terhadap kinerja sang manajer juga disampaikan oleh kapten tim Giovanni Di Lorenzo, meskipun ia menolak untuk memberikan pengumuman resmi mengenai masa depan pelatihnya tersebut.

"Non sono io a dover ufficializzare il suo addio. In questi anni ci ha dato tantissimo, il Napoli aveva bisogno di lui per tornare a competere e lui in questo è uno dei migliori. Per lui parla la sua carriera, è un grandissimo allenatore" ucap Giovanni Di Lorenzo, Pemain Napoli.

Kekalahan ini resmi menutup musim kompetisi bagi Udinese setelah pada pekan sebelumnya mereka juga menelan kekalahan di markas sendiri saat menjamu Cremonese.