Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sampai Juni 2026. Lewat program ini, paket bantuan yang disalurkan mencakup minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita. Langkah tersebut diambil sebagai strategi dalam mengontrol stabilitas harga pangan pokok strategis.
Dikutip dari Kompas, kebijakan ini disepakati melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Keputusan memperpanjang masa penyaluran diambil karena realisasi distribusi bantuan pangan saat ini baru menyentuh angka kisaran 34 persen.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa memberikan penjelasan resmi mengenai pelaksanaan program ini.
“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan bantuan pangan diperpanjang sampai Juni,” kata Ketut dikutip dari laman resmi Bapanas, Sabtu (23/5/2026).
Ketut memaparkan bahwa Minyakita pada dasarnya bukan bagian dari program subsidi yang didanai pemerintah. Ketersediaan komoditas tersebut merupakan bentuk kontribusi dari para produsen minyak sawit di dalam negeri demi mencukupi kebutuhan pasar domestik sebelum mereka mendapatkan izin untuk melakukan ekspor.
Percepatan dalam proses penyaluran bantuan pangan ini diyakini mampu memberikan dampak positif ganda. Selain menekan pergerakan harga beras, langkah ini sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.
Bapanas mencatat volume Minyakita yang dialokasikan dalam program bantuan pangan ini mencapai total 132,9 ribu kiloliter. Pemerintah mendorong agar proses distribusi dapat dilakukan secara serentak selama periode Mei hingga Juni demi mengoptimalkan dampak intervensi pasar.
“Kalau bisa serentak dikeluarkan Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita,” ujarnya.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan rata-rata harga Minyakita di tingkat nasional hingga pekan kedua Mei 2026 sebenarnya memperlihatkan tren penurunan mingguan. Walau demikian, grafik harga tersebut tercatat masih sedikit berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Mengenai data realisasi, hingga tanggal 20 Mei 2026, volume Minyakita yang sudah tersalurkan mencapai 46,2 ribu kiloliter. Bantuan tersebut telah menjangkau sebanyak 11,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Saat ini, masih ada sisa alokasi sekitar 86,8 ribu kiloliter yang ditargetkan rampung didistribusikan menjelang pertengahan tahun.
Berdasarkan laporan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), kondisi stok minyak goreng secara nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. Perum Bulog menguasai cadangan minyak goreng sebesar 89 ribu kiloliter, sedangkan ID FOOD memiliki pasokan tersimpan sekitar 700 kiloliter.
Bapanas juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementerian Perdagangan yang tengah mempercepat penetrasi Minyakita ke pasar tradisional, dengan fokus utama di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Tercatat ada 10 produsen minyak sawit yang menyatakan komitmen penuh untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita melalui Bulog.
“Kami berkolaborasi dengan Kemendag, sehingga akan dipantau terus,” ujarnya.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Nawandaru Dwi Putra menyatakan bahwa ada dua skema strategis yang kini berjalan secara beriringan, yakni program bantuan pangan Minyakita dan pemenuhan pasokan langsung ke pasar rakyat.
Nawandaru menegaskan bahwa kedua skema pemenuhan pangan tersebut tidak boleh saling timpang agar pola distribusi Minyakita tetap proporsional dan mampu memproteksi daya beli masyarakat terhadap minyak goreng.
“Pasokannya ke pasar-pasar ini juga sangat penting. Dua program ini harus berjalan, karena ini adalah program strategis pemerintah untuk membantu masyarakat,” kata Nawandaru.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·