Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Mei 2026 Naik Menjadi Rp123,8 Triliun

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan positif pada realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 0,7 persen secara tahunan hingga mencapai Rp123,8 triliun pada Mei 2026. Capaian ini dilansir dari Bloomberg Technoz mencerminkan tren pemulihan yang terus berlanjut dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Kita lihat bulan Mei itu tadinya yang ini ya, kita lihat yang ini tadinya negatif pertumbuhannya tapi April sudah positif 0,6 Mei 0,7 positif, kedepan akan lebih positif lagi pertumbuhannya,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, dikutip Senin (8/6/2026).

Kenaikan realisasi tersebut ditopang oleh pendapatan cukai yang tumbuh 0,2 persen secara tahunan menjadi Rp90,3 triliun pada Mei 2026. Angka ini mengalami peningkatan dari perolehan periode yang sama pada tahun lalu yang juga berada di kisaran Rp90,3 triliun.

“Ini juga cukai di dorong peningkatan produksi hasil tembakau pada triwulan 1 [2026],” kata Purbaya.

Peningkatan pada sektor ini sekaligus menepis dugaan dari beberapa pihak yang menyebut adanya penurunan volume produksi tembakau nasional. Selain cukai, sektor bea masuk juga memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,7 persen secara year-on-year menjadi Rp21,5 triliun.

“Bea masuk masih terjaga pertumbuhannya di dorong peningkatan biaya masuk dari impor bahan baku dan bahan penolong yang tumbuh 10,67%,” lanjut Purbaya.

Geliat pada sektor impor tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas industri manufaktur di dalam negeri. Performa ini sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia yang berhasil naik ke angka 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Di sisi lain, sektor bea keluar sepanjang Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 8,9 persen menjadi Rp11,9 triliun. Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kendati mengalami kontraksi, kondisi sektor bea keluar saat ini mulai menunjukkan perbaikan yang dipicu oleh penguatan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil.