Puluhan Siswa SMAN 1 Padarincang Serang Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Sedang Trending 35 menit yang lalu

Sebanyak 32 siswa diduga mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang siswa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dikutip dari Detikcom, para korban yang mengeluhkan sakit sebagian besar merupakan pelajar dari sekolah menengah atas setempat.

"Total sebanyak 32 siswa yang datang ke puskesmas kami, rata-rata mereka dari SMAN 1 Padarincang," kata Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhuda, Minggu (24/5/2026).

Uni menjelaskan bahwa gelombang kedatangan para siswa ke fasilitas kesehatan tersebut terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Mereka mengeluhkan kondisi tubuh yang memburuk secara bertahap sejak tengah pekan.

Menurut Uni, banyak siswa yang datang ke Puskesmas sejak Rabu (20/5) sampai dengan Sabtu (23/5). Mereka memeriksakan kesehatan usai mengalami gejala mual hingga diare.

Pihak medis segera melakukan tindakan kedaruratan untuk menangani keluhan massal ini. Beberapa siswa membutuhkan penanganan langsung, sementara sebagian lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

"Di Puskesmas kita lakukan observasi, kita infus, ada juga yang hanya kita kasih obat lalu sembuh. Semua keluhannya sama, mual, muntah, sakit perut, diare," katanya.

Akibat dampak gejala yang cukup parah pada sebagian siswa, pihak puskesmas memutuskan untuk memindahkan penanganan kedaruratan ke fasilitas yang lebih lengkap.

"Ada dua pasien yang setelah kita lakukan observasi ternyata butuh penanganan lanjutan, akhirnya kita rujuk ke RS Bhayangkara satu pasien, dan RS Arafiq satu pasien," katanya.

Hingga saat ini, laporan mengenai gejala serupa belum ditemukan pada kelompok masyarakat lain di luar lingkungan sekolah tersebut. Fasilitas kesehatan setempat juga tetap bersiaga memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.

"Sampai saat ini yang datang masih siswa sekolah, belum ada masyarakat rentan atau ibu hamil yang mengeluh," katanya.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan indikasi gangguan kesehatan serupa agar bisa langsung mendapatkan penanganan medis.

"Kami mengimbau jika masyarakat rentan mengeluh, segera lapor ke pihak puskesmas atau RS," ujarnya.