Agen Secret Service menembak dua orang, termasuk seorang terduga pelaku, dalam insiden rentetan tembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat.
Seperti dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan CNN dan CBS News, Minggu (25/5/2026), peristiwa tersebut melukai terduga pelaku dan seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Pihak berwenang melarikan kedua korban luka ke rumah sakit, dengan kondisi tersangka dilaporkan kritis sementara saksi mata mengalami luka serius.
Berdasarkan informasi dari sumber penegak hukum, insiden bermula saat petugas dari divisi berseragam Secret Service merespons laporan mengenai seseorang yang melepaskan tembakan di dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest.
Pelaku kemudian terlibat adu kontak senjata dan mencoba menembak agen Secret Service, namun upaya tersebut gagal hingga akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan.
Rentetan senjata yang terjadi diperkirakan melepaskan antara 15 hingga 30 tembakan selama insiden berlangsung.
Sejumlah petugas Secret Service langsung diperiksa di tempat kejadian perkara, tetapi tidak ada satu pun petugas yang harus dirawat di rumah sakit.
Suara yang terdengar seperti puluhan tembakan tersebut sempat memicu penguncian wilayah (lockdown) dan respons cepat dari pihak keamanan.
Sebelum insiden pada malam hari itu terjadi, Presiden AS Donald Trump berada di dalam Gedung Putih sejak sore hari untuk melakukan negosiasi kesepakatan dengan Iran.
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·