Studi Ungkap Penyebab Lengan Dinosaurus Predator Mengecil

Sedang Trending 32 menit yang lalu

Evolusi kekuatan rahang yang besar menjadi senjata utama dalam mengejar mangsa ditemukan sebagai faktor pendorong mengecilnya ukuran lengan pada dinosaurus predator seperti Tyrannosaurus rex (T. rex).

Temuan mengenai potongan puzzle evolusi ini didapatkan setelah para peneliti melakukan analisis mendalam terhadap hubungan antara ukuran lengan pendek dan struktur kepala yang besar, seperti dilansir dari Detik iNET pada Minggu (24/5/2026).

"Kami berusaha memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dan kepala besar dan kuat," kata Charlie Roger Scherer, ahli paleontologi vertebrata di University College London.

Para peneliti menilai bahwa fungsi serangan telah sepenuhnya diambil alih oleh bagian kepala, sehingga lengan kehilangan kegunaannya dalam berburu.

"Kepala mengambil alih lengan sebagai metode serangan. Ini adalah kasus 'gunakan atau hilangkan' -- lengan tidak lagi berguna dan ukurannya akan mengecil seiring berjalannya waktu," sambung Scherer.

Tim ilmuwan berpendapat bahwa perubahan fisik ini juga dipicu oleh faktor eksternal lingkungan, mengingat T. rex hidup berdampingan dengan makhluk lain yang berukuran raksasa.

"Adaptasi ini sering terjadi di daerah dengan mangsa raksasa. Mencoba menarik dan menangkap sauropoda sepanjang 30 meter dengan cakar bukanlah hal yang ideal. Menyerang dan bertahan dengan rahang mungkin lebih efektif," menurut Scherer.

Pola penyusutan lengan ini terbukti tidak hanya terjadi pada T. rex, melainkan berlaku pada berbagai garis keturunan theropoda atau dinosaurus karnivora yang memiliki bentuk tubuh serupa.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences ini, tim mengembangkan sistem baru untuk menilai kekuatan tengkorak berdasarkan ukuran, dimensi relatif, dan perkiraan kekuatan gigitan dari 61 spesies theropoda.

Hasil perbandingan menunjukkan hubungan kuat antara penyusutan anggota tubuh depan dan kekokohan tengkorak pada lima keluarga theropoda, yaitu tyrannosaurid, abelisaurid, carcharodontosaurids, megalosaurids, dan ceratosaurids.

Penelitian mengungkap bahwa ukuran tubuh atau tengkorak saja tidak berkorelasi langsung dengan ukuran kaki depan, karena beberapa predator tetap berukuran kecil meski memiliki kombinasi kepala kuat dan lengan kecil.

Selain itu, penyusutan lengan terjadi dengan proporsi yang berbeda pada setiap garis keturunan, di mana ada seluruh anggota tubuh yang menyusut bersamaan, namun ada pula yang hanya memendek di bagian tertentu.

Kendati berukuran pendek, tangan dinosaurus tersebut diperkirakan tidak lemah dan tetap mampu meremuk beban lebih dari 100 kilogram untuk fungsi lain seperti bangkit dari tanah, bertahan saat kawin, atau menyerang mangsa.

Ada pula hipotesis lain yang menyatakan lengan pendek mengecil agar T. rex tidak tergigit secara tidak sengaja oleh sesamanya ketika sedang berebut makanan.

Melalui data korelasi yang ditemukan, para peneliti menyimpulkan bahwa pertumbuhan struktur tengkorak yang kuat kemungkinan besar terjadi mendahului proses memendeknya kaki depan dinosaurus.

"Meskipun penelitian kami mengidentifikasi korelasi sehingga tidak dapat menentukan sebab dan akibat, kemungkinan besar tengkorak bertubuh kuat muncul sebelum kaki depan lebih pendek," pendapat Scherer.

Scherer menambahkan bahwa skenario sebaliknya tidak akan masuk akal dalam sistem evolusi mahluk hidup.

"Tidak masuk akal secara evolusioner jika hal ini terjadi sebaliknya, dan jika predator ini menghentikan mekanisme serangannya tanpa memiliki cadangan," tutup Scherer.