Tak Hanya Enak dan Populer, Kopi Susu Ternyata Banyak Manfaatnya

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Jakarta -

Penelitian terbaru mengungkap kopi dengan susu disebut lebih efektif melawan inflamasi dibanding kopi hitam. Kandungan polifenol dan protein jadi kuncinya.

Kopi jadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Selain nikmat, kopi juga dikenal kaya antioksidan yang baik untuk tubuh.

Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi bisa meningkat saat dicampur susu. Kombinasi polifenol dan protein disebut bantu lawan inflamasi lebih efektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini menarik perhatian para ahli kesehatan dan nutrisi. Apalagi kopi susu mudah ditemukan dan menjadi minuman yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dikutip dari Prevention (23/05/2026) berikut penjelasan peneliti terkait manfaat dari kopi susu.

1. Kopi Kaya Antioksidan

Jangan Salah Lagi, Ini Bedanya 5 Racikan Kopi Susu Populer di KafeIlustrasi susu untuk campuran kopi. Foto: Getty Images/Waqar Hussain

Kopi dikenal kaya polifenol yang bersifat antioksidan alami. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas pemicu peradangan dalam tubuh.

Penelitian 2023 di Journal of Agriculture and Food Chemistry menyoroti manfaat kopi susu. Hasilnya, kombinasi kopi dan protein susu dinilai lebih efektif melawan inflamasi.

"Polifenol membantu melindungi sel dari kerusakan akibat peradangan," jelas ahli gizi Melissa Mroz-Planells. Senyawa ini banyak ditemukan pada kopi dan teh.

2. Kopi Susu Lebih Efektif

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan mengamati reaksi sel terhadap peradangan buatan. Sel lalu diberi polifenol saja atau polifenol dengan protein.

Hasilnya, kombinasi polifenol dan asam amino bekerja dua kali lebih efektif. Efek antiinflamasi lebih tinggi dibanding polifenol tanpa protein.

"Jika minum kopi dengan susu, efek antiinflamasinya lebih kuat dibanding kopi saja," ujar Dr Scott Zashin, dokter spesialis reumatologi di Texas.


3. Polifenol Lawan Inflamasi

Latte artIlustrasi kopi susu. Foto: Emma Smith/Unsplash

Polifenol merupakan senyawa alami pada makanan nabati. Kandungannya banyak ditemukan dalam buah beri, teh, kopi, hingga biji-bijian utuh.

Selain melawan inflamasi, polifenol juga menekan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.

"Polifenol juga dipakai industri makanan untuk menjaga kualitas produk," kata Dr Zashin. Antioksidan membantu makanan tidak cepat rusak atau berubah rasa.

4. Protein di Susu Bantu Kerja Polifenol

Peneliti menilai protein membantu kerja polifenol menjadi lebih optimal. Protein sendiri berasal dari susu dan sumber pangan tinggi asam amino lainnya.

Selain susu, asam amino juga bisa diperoleh dari salmon dan daging tanpa lemak. Kombinasi makanan ini disebut dapat meningkatkan efek antiinflamasi tubuh.

"Pola makan tinggi polifenol sering dianjurkan untuk penderita radang sendi," ujar Dr Zashin. Contohnya pola makan Mediterania yang kaya sayur dan biji-bijian.

5. Penelitian Lebih Lanjut

Nama Cappuccino Ternyata Terinspirasi Warna Jubah BiarawanIlustrasi kopi susu. Foto: Getty Images/iStockphoto/yktr

Meski hasil penelitian menarik, studi ini masih dilakukan pada sel di laboratorium. Artinya, efeknya pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ahli gizi Keri Gans mengingatkan manfaat kopi hitam tetap baik untuk tubuh. Jadi, kopi tanpa susu pun tetap kaya antioksidan alami.

"Temuan ini menunjukkan pentingnya konsumsi makanan kaya polifenol," jelas Melissa Mroz-Planells.

Meski kopi dan susu punya banyak manfaat, tapi tidak bisa dijadikan pola makan utama untuk hidup sehat. Ia menyarankan pola makan beragam demi kesehatan tubuh.

Simak Video "Video: Bersantai Ditemani Kopi Susu Anggur di Majalengka"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/sob)