Timwas Haji DPR Sidak Dapur Ketering di Makkah, Jaraknya 12 Km dari Hotel Jemaah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Almusafirun yang menyuplai konsumsi jemaah haji Indonesia di Hotel Al-Hidayah, Mekkah. Foto: Dok. Timwas Haji DPR

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Almusafirun yang menyuplai konsumsi jemaah haji Indonesia di Hotel Al-Hidayah, Makkah.

Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, higienitas, dan ketepatan distribusi konsumsi bagi jemaah.

Sidak dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Timwas Haji DPR RI Ansory Siregar bersama anggota Timwas lainnya, yakni Atalia Praratya, Ina Ammania, Wardatul Asriah, dan Nanang Samudra.

Peninjauan dilakukan usai Timwas berdialog dengan jemaah Indonesia di Hotel Al-Hidayah terkait layanan konsumsi selama di Tanah Suci.

Distribusi Konsumsi Jadi Sorotan

Ansory menjelaskan Hotel Al-Hidayah bekerja sama dengan enam dapur katering untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah. Empat dapur berada di radius sekitar 2,5 kilometer dari hotel, sedangkan dua dapur lainnya berjarak sekitar 10 hingga 12 kilometer.

Karena itu, Timwas memberi perhatian khusus terhadap Dapur Almusafirun yang memiliki jalur distribusi paling jauh.

“Kami sengaja datang langsung ke dapur Almusafirun karena ini dapur dengan jarak distribusi paling jauh ke Hotel Al-Hidayah, sekitar 12 kilometer. Kami ingin memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan tepat waktu meskipun jaraknya cukup jauh,” ujar Ansory, Sabtu (23/5).

Dalam sidak tersebut, Timwas mengecek proses produksi makanan, kebersihan dapur, kesiapan tenaga kerja, hingga sistem pengemasan makanan sebelum didistribusikan ke hotel tempat jemaah menginap.

Timwas juga berdialog dengan manajemen dapur terkait mekanisme pengiriman makanan agar tetap layak konsumsi saat diterima jemaah.

Higienitas dan Ketepatan Distribusi

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock

Ansory menegaskan jarak distribusi tidak boleh memengaruhi kualitas pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, aspek higienitas dan ketepatan distribusi harus menjadi perhatian utama seluruh vendor katering.

“Kami mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, mengingat jarak yang cukup jauh sekitar 12 kilometer, kami mengingatkan agar manajemen dapur senantiasa menjaga ritme kerja, ketepatan waktu distribusi, serta penerapan higienitas secara ketat," kata Ansory.

"Jangan sampai di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ini menyangkut hajat hidup dan kesehatan 4.000 jemaah kita,” tegas Politikus Fraksi PKS tersebut.

Selain mengecek fasilitas dapur, Timwas DPR RI juga melakukan food testing atau uji rasa terhadap menu yang akan disajikan kepada jemaah haji Indonesia.

“Hasil pengecekan kami, rasa makanannya cukup baik dan sesuai dengan lidah jemaah Indonesia. Ini penting karena konsumsi menjadi salah satu faktor penunjang kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah,” kata Ansory.

Berdasarkan dialog Timwas dengan para jemaah di Hotel Al-Hidayah, layanan katering sejauh ini dinilai berjalan cukup baik dan lancar.

Meski terdapat beberapa catatan kecil terkait penyesuaian rasa makanan, secara umum distribusi konsumsi tidak mengalami kendala berarti.