Liputan6.com, Jakarta - Bingung sedang mencari sekolah untuk anak, keponakan, hingga adik tercinta yang berkebutuhan khusus? Ya, di era sekarang, banyak sekali pilihan sekolah yang menyediakan fasilitas pendidikan unggulan, termasuk untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Maka diperlukan tips mencari sekolah untuk anak agar pilihan tidak salah untuk ke depannya.
Karena diketahui, setiap anak memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda sehingga tidak semua sekolah dapat memberikan layanan yang sesuai. Selain itu, pendidikan yang tepat tidak hanya membantu anak memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, emosional, serta keterampilan hidup sehari-hari. Sekolah yang memahami kebutuhan khusus anak akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh.
Tim redaksi Liputan6.com pada Selasa (2/6/2026) berkesempatan mewawancarai Nining (32), seorang guru muda berpengalaman di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pemalang, Jawa Tengah, tentang tips mencari sekolah untuk ABK dari kacamata pendidik. Secara gamblang, simak ulasan menarik selengkapnya di bawah ini.
1. Kenali Kebutuhan dan Potensi Anak Secara Mendalam
Menurut Nining, kesesuaian sekolah dengan kebutuhan anak adalah tips pertama yang penting dipertimbangkan setiap orang tua saat mencari tempat Pendidikan terbaik bagi ABK. Hal itu mengingat setiap ABK memiliki kebutuhan pendidikan yang berbeda-beda.
“Yang paling utama adalah kesesuaian sekolah dengan kebutuhan anak. Setiap ABK memiliki karakteristik, kemampuan, dan tantangan yang berbeda,” ujar Nining.
Lebih lanjut, penting juga untuk mengenali potensi dan kelebihan ABK. Banyak ABK memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu yang perlu dikembangkan. Pemahaman terhadap kemampuan anak akan membantu orang tua memilih program pendidikan yang mendukung perkembangan bakat tersebut.
“Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat menerima dan memahami kondisi anak, mengutamakan perkembangan akademik, sosial, emosional, dan kemandirian dan tidak hanya fokus pada nilai, tetapi pada proses belajar anak,” sambungnya.
2. Cek Fasilitas dan Tenaga Pendidik
Nining kembali menjelaskan bahwa fasilitas sekolah juga memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan keamanan ABK selama belajar. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan kunjungan langsung sebelum menentukan pilihan.
“Untuk mengetahui sekolah yang sesuai dengan anak, orangtua dapat mengunjungi sekolah secara langsung dan mengamati kegiatan belajar, berdiskusi dengan pihak sekolah tentang cara mereka menangani ABK, menanyakan program pembelajaran individual (jika ada), memperhatikan respons sekolah saat anak diperkenalkan (apakah ramah dan sabar) dan mencari testimoni dari orang tua lain,” ujar Nining.
Ia menambahkan, selain memastikan kelengkapan fasilitas sekolah, orang tua juga bisa mempertimbangkan kualitas tenaga pendidik. Tenaga pendidik di sekolah yang sesuai dengan kebutuhan, dapat memahami kebutuhan ABK.
“Fasilitas dan tenaga pendidik sangat mempengaruhi kualitas pendidikan ABK, tenaga pendidik sebaiknya dari jurusan yang terkait atau perlu memiliki pelatihan pendidikan khusus agar dapat memahami kebutuhan ABK. Dari segi kuantitas, perlu diperhatikan agar jumlah siswa tidak terlalu banyak sehingga tenaga pendidik dapat mengajar secara optimal,” lanjut Nining.
“Dari fasilitas sekolah juga harus dipastikan apakah tersedia alat bantu belajar (visual, motorik, terapi sederhana) serta aksesibitas yang mudah untuk anak tunanetra tersedia guiding block (blok taktil) dan untuk anak tuna daksa memiliki tempat yang luas dan terdapat bidang miring pengganti tangga dengan kemiringan tertentu yang dilengkapi pegangan (handrail) agar pengguna kursi roda dapat naik dengan aman. Selain berbagai fasilitas, perlu diperhatikan juga lingkungan sekolah untuk ABK harus inklusif, aman, dan ramah anak,” ia menambahkan.
3. Tinjau Kurikulum dan Metode Pembelajaran
Nining juga menyinggung tentang kurikulum dan metode pembelajaran sekolah. Menurutnya, kurikulum yang digunakan sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Tidak semua anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti kurikulum reguler tanpa penyesuaian tertentu.
Metode pembelajaran yang fleksibel juga sangat penting. Anak berkebutuhan khusus sering kali membutuhkan pendekatan belajar yang berbeda dibandingkan siswa pada umumnya. Penggunaan media visual, aktivitas praktik, hingga teknologi pendidikan dapat membantu meningkatkan efektivitas proses belajar.
“Misalnya ABK tunagrahita (disabilitas intelektual) memerlukan metode pembelajaran yang bersifat konkret, individual, dan bertahap serta fokus utamanya adalah melatih kemandirian, keterampilan hidup (vokasional), dan kemampuan bersosialisasi. Berbeda dengan ABK tunanetra (disabilitas penglihatan) berpusat pada pendekatan multisensori, dengan mengoptimalkan indera perabaan, pendengaran, dan sisa penglihatan,” papar Nining.
“Proses ini membutuhkan alat bantu khusus (pen, riglet, screen reader, dll) dan teknik pengajaran tertentu untuk memastikan pemahaman materi yang setara dengan siswa lainnya. Begitu pula dengan ABK yang lain seperti tunarungu (disabilitas pendengaran), tuna daksa (disabilitas gerak), tunalaras (disabilitas perilaku), Autisme dan ADHD,” Nining menjelaskan dengan mendetail.
Jadi, orang tua sebaiknya meminta penjelasan mengenai target pembelajaran, sistem evaluasi, dan strategi yang digunakan sekolah dalam mendukung perkembangan anak. Kurikulum yang adaptif menjadi salah satu indikator utama dalam tips mencari sekolah anak berkebutuhan khusus yang tepat untuk jangka panjang.
4. Pertimbangkan Komunikasi dan Keterlibatan Orang Tua
Keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga kerja sama antara guru dan orang tua. Sekolah yang baik biasanya memiliki sistem komunikasi yang terbuka dan transparan. Orang tua dapat memperoleh informasi perkembangan anak secara berkala.
Laporan perkembangan, pertemuan rutin, maupun konsultasi khusus menjadi sarana penting untuk menyamakan tujuan pendidikan anak. Keterlibatan orang tua juga membantu memastikan program yang diterapkan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah secara konsisten. Selain itu, sekolah yang aktif melibatkan keluarga biasanya lebih memahami kebutuhan masing-masing siswa secara individual.
5. Sesuaikan dengan Lokasi dan Biaya Pendidikan
Faktor lokasi sering kali dianggap sepele, padahal sangat memengaruhi kenyamanan anak dan keluarga dalam jangka panjang. Perjalanan yang terlalu jauh dapat membuat anak mudah lelah sebelum mengikuti kegiatan belajar. Karena itu, pilih sekolah dengan akses yang relatif mudah dijangkau.
Selain lokasi, biaya pendidikan juga perlu menjadi pertimbangan matang. Pastikan biaya yang dikeluarkan sebanding dengan fasilitas dan layanan yang diberikan. Orang tua sebaiknya meminta rincian biaya secara lengkap, termasuk biaya tambahan untuk terapi, kegiatan khusus, atau kebutuhan pendukung lainnya. Perencanaan finansial yang baik akan membantu keluarga menjalani proses pendidikan anak tanpa tekanan berlebihan.
6. Sekolah Bisa Mendorong Kemandirian dan Kepercayaan Diri Anak
Memungkasi pernyataan, Nining memberikan gambaran singkat tentang tanda-tanda sekolah dengan lingkungan belajar yang baik untuk ABK. Sebagai pendidik di SLB yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun mengajar di bidang yang sama, hal ini bisa menjadi inspirasi untuk gambaran termudah bagi orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk ABK.
“Singkatnya, tanda-tanda sekolah dengan lingkungan belajar yang baik untuk ABK antara lain harus memiliki fasilitas yang dapat mendukung perkembangan anak sesuai dengan kekhususan yang dimiliki, sekolah mendorong kemandirian dan kepercayaan diri anak melalui pengembangan bakat dan minat ABK, serta Lingkungan yang baik membuat anak merasa diterima, dihargai, dan aman untuk belajar,” tutup Nining.
Pertanyaan Seputar Tips Mencari Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus
1. Apa langkah pertama dalam mencari sekolah anak berkebutuhan khusus?
Memahami kebutuhan, kemampuan, dan hasil asesmen anak melalui konsultasi dengan profesional.
2. Apa yang harus diperhatikan saat survei sekolah untuk anak berkebutuhan khusus?
Perhatikan fasilitas, lingkungan belajar, tenaga pendidik, dan program pendidikan yang tersedia.
3. Apakah sekolah inklusi selalu cocok untuk semua anak?
Tidak selalu. Kesesuaian tergantung pada kondisi, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing anak.
4. Mengapa komunikasi sekolah dan orang tua penting?
Karena kolaborasi yang baik membantu memantau serta mendukung perkembangan anak secara konsisten di sekolah maupun di rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·