Presiden Prabowo Subianto ikut memanen sekitar 80 ton udang di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
Udang vaname yang dipanen akan diekspor sebagian besar ke Amerika Serikat, China, dan Jepang. Udang itu akan diolah dulu di Cirebon sebelum diekspor. Dari tambak ini, nilai produksi per tahun mencapai Rp 134,4 miliar.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan operasional BUBK Kebumen dan hasil panennya sudah sesuai best practice. Luas BUBK Kebumen mencapai 100 hektare berisi 139 kolam produksi. BUBK itu sejauh ini sudah delapan kali panen.
“Panen kedelapan ini membuktikan bahwa per hektarenya sudah bisa mencapai target terbaik. Dengan memenuhi seluruh standar industri, dan kita bisa berhasil. Hari ini (kemarin) panennya sekitar 80 ton,” ungkap Trenggono di lokasi panen raya BUBK Kebumen, Sabtu (23/5).
Untuk mencapai best practice, KKP mengoptimalkan padat tebar. Selain itu, kegiatan budi daya didukung oleh teknologi water intake, tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, hingga Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan proses produksi aman bagi lingkungan.
Trenggono mengungkapkan tantangan yang dihadapi untuk mencapai best practice di antaranya menjaga konsistensi kualitas air yang digunakan untuk budidaya, menjaga benih udangnya yang berkualitas baik.
“Lalu kemudian pakan yang diberikan secara efektif, itu kira-kira yang harus dijaga,” ungkap Trenggono.
Udang yang dipanen pada siklus kedelapan sejak BUBK Kebumen diresmikan pada tahun 2023 lalu itu, berukuran 22-30. Harga jualnya rata-rata 70 ribu per kilogram, dan seluruh hasil panen sudah dibeli pelaku usaha lokal.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·