Wamena (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI mengharapkan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan (Papeg) supaya dapat diselesaikan dengan cara baik.
“Kalau ada masalah supaya diselesaikan dengan baik-baik, tidak perlu dibawa ke pemerintah tetapi penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat,” katanya dalam keterangan di Wamena, Minggu.
Menurut dia, penyelesaian sebuah masalah di dalam keluarga, kampung atau desa itu dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan semua tokoh-tokoh agama dan adat di daerah itu.
“Kalau ada masalah di dalam keluarga supaya segera diselesaikan, kalau tidak bisa dibawa ke kampung, kalau tidak bisa lanjutkan ke kelurahan supaya penanganannya dapat terarah dengan baik,” katanya.
Dia menjelaskan masyarakat di wilayah Papeg sudah menerima Injil, dan Injil merupakan pintu kebenaran sehingga perselisihan keluarga hingga berbuntut konflik perang suku supaya dihentikan mulai sekarang.
“Masyarakat di Papeg sudah menerima Injil sehingga ke depan setiap ada masalah supaya dapat diselesaikan dengan baik dan tidak perlu lagi perang suku seperti saat ini telah terjadi,” katanya.
Dia berharap seluruh tokoh intelektual di Papeg supaya bersatu dan tidak boleh terpecah belah satu dengan lainnya supaya sama-sama dapat membangun daerah ini lebih baik di bawah kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Papeg John Tabo-Ones Pahabol.
“Kami minta seluruh tokoh intelektual supaya bersatu, seluruh masyarakat asli Papeg adalah keluarga besar sehingga persatuan dan kesatuan itu harus dijaga dengan baik supaya dapat membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah ini,” ujarnya.
Wamendagri RI Ribka Haluk menghadiri perdamaian konflik suku di Wamena dilakukan dengan prosesi adat yang dilaksanakan di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Baca juga: Kemendagri percepat regulasi penanganan pascakonflik suku di Wamena
Baca juga: Wamendagri Ribka pastikan negara hadir selesaikan masalah di daerah
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·