Wasit Allard Lindhout Panen Kritik pada Final Play&off Eredivisie

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kepemimpinan wasit Allard Lindhout memicu kontroversi dan kekesalan mendalam bagi pemain, suporter, hingga jurnalis akibat performa yang dinilai tidak meyakinkan pada babak pertama pertandingan final play-off Eredivisie antara Ajax Amsterdam melawan FC Utrecht.

Ketegangan di atas lapangan mulai memuncak sewaktu pemain FC Utrecht, Dani de Wit, melakukan aksi tekel terhadap pemain Ajax pada menit ke-32. Sejumlah punggawa Ajax, termasuk Lucas Rosa, melayangkan protes keras dan meminta sang pengadil memberikan kartu kuning, namun Lindhout mengabaikan tuntutan tersebut.

Komentator ESPN, Mark van Rijswijk, turut menyoroti keputusan kontroversial tersebut dalam siaran pertandingan.

"Ini adalah pelanggaran pertama di mana Anda benar-benar bisa mempertimbangkan kartu kuning," kata komentator ESPN Mark van Rijswijk.

Mark van Rijswijk menilai bahwa tindakan menghadang laju serangan balik tersebut sengaja dilakukan untuk menghentikan momentum tim lawan.

"De Wit sama sekali tidak berniat untuk menguasai bola. Itu tidak keras, tetapi dia memang menghentikan serangan Ajax. Rosa sangat kesal," kata Mark van Rijswijk.

Kritik pedas terhadap penunjukan perangkat pertandingan juga disuarakan oleh Mike Verweij, jurnalis sekaligus pengamat Ajax dari media De Telegraaf. Melalui media sosial X, ia mempertanyakan keputusan KNVB yang tidak menugaskan wasit terbaik mereka untuk laga krusial ini.

"Mengapa Gözübüyük dan Makkelie, wasit terbaik di Belanda, tidak ditugaskan untuk memimpin final playoff?" tulis Verweij di X.

Verweij menambahkan bahwa performa buruk Lindhout menambah catatan kelam kepemimpinan wasit di kompetisi domestik setelah laga Volendam melawan Willem II sehari sebelumnya.

"Setelah Van der Eijk kemarin di Volendam - Willem II, Lindhout membuat kekacauan di laga Ajax - Utrecht. Pilihan yang buruk, KNVB," tulis Verweij di X.

Gelombang protes dari jurnalis De Telegraaf tersebut mendapatkan dukungan penuh dari rekan seprofesinya, Jeroen Kapteijns. Tidak hanya kalangan pers, para pendukung dari kedua tim yang bertanding juga meluapkan kemarahan daring dengan menyebut keputusan mempertahankan lisensi Lindhout sebagai sebuah keajaiban.

Kritikan netizen di dunia maya bahkan membandingkan kualitas kepemimpinan sang wasit utama secara ekstrem dengan kompetisi amatir tingkat lokal.

"Lindhout benar-benar wasit terburuk di lapangan-lapangan Belanda. Bahkan relawan di tim bir lokal pun lebih baik," demikian tertulis lebih lanjut.