Jakarta -
Produsen roda empat asal China, Xpeng, meraup untung besar berkat penjualan Xpeng G6 di Indonesia. Meski berstatus sebagai kendaraan premium, namun mobil listrik tersebut sudah terjual ratusan unit!
CEO Xpeng, Iki Wibowo mengatakan, angka tersebut hanya disumbang satu varian G6, yakni Pro. Sebab, varian standard sudah tak lagi dipasarkan di Indonesia. Sayangnya, dia tak merinci lebih detail, jumlah itu terhimpun selama periode berapa bulan.
"Kalau wholesales sih udah sekitar 300-an unit ya. Itu G6 Pro ya. Kalau yang standar kan sudah selesai tahun lalu," ujar Iki Wibowo saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Xpeng G6 memang hanya tersedia dalam varian Pro sebagai tipe tertinggi. Kendaraan listrik tersebut dibanderol Rp 670 jutaan dengan status on the road Jakarta. Nah, dengan harganya yang masuk kategori menengah, angka penjualannya terbilang lumayan.
Secara dimensi, Xpeng G6 mengisi kelas untuk bertarung dengan Tesla Model Y. Jika Model Y punya panjang 4.750 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.624 mm, maka G6 punya panjang 4.758 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.650 mm.
Desain eksteriornya menampilkan siluet aerodinamis, drag coefficient 0.248 Cd dengan pintu frameless dan full-LED light bars yang menjadi signature Xpeng.
Sementara fiturnya terbilang canggih dan lengkap, misalnya seperti Smart Tech Cabin dengan sistem Tri-Screen Interactive (15,6" 2K touchscreen + 10,25" digital panel + AR HUD), 18-speaker Dynaudio system, panoramic glass roof smart dimming, kursi pemanas/ventilasi dan teknologi berkendara XPILOT 4.0.
Di Indonesia, Xpeng G6 ditenagai motor listrik RWD yang menghasilkan daya 292 PS dan torsi 440 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 6,7 detik.
Baterainya menggunakan model LFP (Lithium Iron Phosphate) dengan jarak tempuh maksimum 600 km. Sementara pengisian dari 10 ke 80 persen hanya memerlukan waktu 12 menit.
(sfn/riar)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·