YPMAK siap kirim mahasiswa Papua kuliah di UPN Veteran Yogyakarta

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia siap mengirim mahasiswa asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro untuk melanjutkan perkuliahan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka di Timika, Minggu, mengatakan jajarannya telah bertemu pimpinan UPN Veteran Yogyakarta baru-baru ini untuk menjajaki kerja sama pengiriman mahasiswa Amungme-Kamoro dan lima suku kekerabatan dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah untuk menjalani perkuliahan di kampus tersebut.

"Mengapa kami menjajaki kerja sama dengan UPN Veteran Yogyakarta, karena merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki banyak jurusan sains seperti teknik pertambangan, geologi, dan lain-lain. Kami berharap ke depan semakin banyak anak-anak Amungme-Kamoro dan Papua yang lain menekuni jurusan-jurusan itu yang sangat dibutuhkan di dunia pertambangan," kata Leonardus.

Baca juga: YPMAK tekankan penerima beasiswa wajib tingkatkan prestasi

Sejak 2025, katanya, YPMAK mulai mengembangkan program beasiswa prestasi. Program beasiswa prestasi tersebut diperuntukkan khusus bagi putra-putri asli Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Mimika yang berjuang dan lolos masuk ke universitas negeri secara mandiri.

Para peserta beasiswa wajib mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum berkisar antara 2,75 hingga 3,0 selama masa studi.

"Saat ini kami sudah menjalin kemitraan dengan Uncen Jayapura, Unipa Manokwari dan Unsrat Manado. Kami berharap melalui pola baru beasiswa prestasi ini akan ada anak-anak Amungme dan Kamoro yang bisa terseleksi masuk ke UPN Yogyakarta," ujar Leonardus.

Baca juga: PT Freeport apresiasi YPMAK terus cetak dokter asli Amungme-Kamoro

Pihak UPN Veteran Yogyakarta menyambut positif tawaran kerja sama dari YPMAK dan berharap ke depan semakin banyak anak-anak muda asli Papua menikmati fasilitas pendidikan di kampus tersebut.

"Mereka menyambut baik upaya ini. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa ada yang diterima masuk UPN Yogyakarta. Meskipun perusahaan tambang ada di Mimika, tapi kalau kita tidak memiliki SDM yang berkualifikasi di bidang pertambangan, geologi, eksplorasi dan lain-lain maka akan sulit untuk bersaing," ujar Leonardus yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya tahun 2015 di University of the Philippine Los Banos, Laguna, Filipina.

Saat ini, dari jumlah lebih dari 4.000 penerima bantuan pendidikan YPMAK dari tingkat SD hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, baru sekitar 31 orang mahasiswa asli Suku Amungme dan Kamoro yang murni masuk dalam program beasiswa prestasi.

"Meskipun jumlahnya baru 31 orang yang tembus perguruan tinggi melalui program beasiswa prestasi tahun 2025, kami memandang ini positif. Ke depan kita tidak lagi menggunakan sistem seperti dulu-dulu karena sekarang sumber dana kita juga terbatas," kata Leonardus.

Baca juga: YPMAK perluas kerja sama pengembangan SDM dengan SMA Taruna Kasuari

Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.