12 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Dirawat di RS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SEBANYAK 12 orang korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur masih dirawat di rumah sakit.

"Terhitung per 7 Mei 2026 siang, pukul 13.00 WIB," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat, 8 Mei 2026.

Lima orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, dua orang di RS Primaya Bekasi Timur, satu orang di RS Mitra Bekasi Timur, satu orang di RSUD Kabupaten Bekasi, satu orang di RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Kuningan, satu orang di RS Primaya Barat, dan satu orang di RS Eka Hospital Harapan Indah.

Investigasi terhadap penyebab kecelakaan pun masih berlangsung. Polisi sejauh ini telah memeriksa 39 orang saksi, termasuk saksi-saksi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Manggarai, Jakarta Pusat dan perusahaan taksi daring Green SM.

Kecelakaan di Bekasi Timur terjadi pada 27 April sekitar pukul 20.57 WIB. Insiden bermula ketika sebuah taksi Green SM mengalami korsleting listrik di tengah perlintasan kereta, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. 

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Polri Komisaris Sandhi Wiedyanoe mengatakan peristiwa itu memicu tabrakan awal di jalur. “Terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut,” ujar Sandhi.

Akibat insiden itu, perjalanan KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang di jalur yang sama. “Kecepatan 110 kilometer per jam,” kata Sandhi.

Badan KA Argo Bromo Anggrek menembus badan KRL hingga membelah gerbong khusus perempuan. Puluhan penumpang yang berada di dalam gerbong itu menjadi korban setelah terimpit badan kereta.

Adi Warsono ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini