3 Jurus Vicky Shu Diet Habis Kena Body Shaming, Termasuk Jalan Kaki dan Tata Ulang Pola Konsumsi

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jadi intinya...

  • Vicky Shu sukses melangsingkan tubuh setelah melahirkan, membantah operasi.
  • Transformasinya didorong body shaming, namun fokus utama kini adalah kesehatan jangka panjang.
  • Ia menerapkan program weight management terawasi, jalan kaki, dan pola makan sehat.

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2026 menjadi momen produktif bagi Vicky Shu. Selain manggung, pesohor dengan 2,6 jutaan pengikut di Instagram ini berkreasi di balik panggung. Salah satunya, menulis lagu “I Do” untuk Shanty. Di luar itu, transformasi fisik Vicky Shu jadi perhatian publik. Tubuhnya kian langsing. Maklum, di industri seni, penampilan salah satu elemen penting. Vicky Shu mengenang, fisiknya berubah setelah melahirkan anak kedua. Yang menyakitkan, Vicky Shu sempat menjadi sasaran body shaming dan mom shaming netizen di jagat maya.

Mentalnya sempat drop. Tak mau larut dalam sedih dan kecewa, ia membuktikan diri mampu mengembalikan tubuh seperti ketika belum hamil. Hasil tak mengkhianati usaha. Namun, tak sedikit yang menduga Vicky Shu melakukan operasi potong lambung seperti selebritas lain.

Ia membantah lalu menyebut pola hidup sehat kuncinya. Pertama, menerapkan program weight management. Program ini berada di bawah pengawasan medis dan sains yang ketat serta dukungan teknologi. Kedua, Vicky Shu juga aktif jalan kaki tiap hari.

Ketiga, pola konsumsi ditata ulang. Setelah punya anak, ia sadar melangsingkan tubuh bukan hanya demi penampilan dan menghindari body shaming. Tujuan menurunkan berat badan agar sehat. Sehat adalah investasi jangka panjang untuk diri sendiri dan keluarga.

“Belajar hidup sehat membuatku sadar bahwa menghargai diri sendiri dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,” tulis Vicky Shu di akun Instagram terverifikasi, menyertai video melangkah di ruangan, dengan postur tubuh langsing, pada 9 Mei 2026.

Bukan Untuk Penuhi Standar Kecantikan Medsos

Penampilan Vicky Shu disambut hangat publik. “Pangling banget, Ndoro,” netizen dengan akun @rat**** menyanjung di kolom komentar. “Kembali ke setelan awal pas gadis ya, Ndoro,” @juk**** menyahut. Vicky Prasetyo menyematkan emotikon kobaran api.

Berkaca pada pengalaman pernah mendapat body shaming, Vicky Shu diet bukan untuk memenuhi standar kecantikan yang bertebaran di medsos dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Transformasi Fisik

“Perjalanan transformasi ini mengajariku bahwa kita enggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain, karena tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan, tapi memiliki tubuh sehat. Dan akhirnya berdampak pada mental yang sehat,” pungkasnya.

Melansir pemberitaan Kapanlagi.com, Jumat (15/5/2026), Vicky Shu menjelaskan, program weight management yang dijalaninya bukan diet asal-asalan karena mendapat pengawasan tim dokter selama 30 hari.

Bukan Semata Menurunkan Bobot

Terkait menata ulang pola konsumsi, Vicky Shu mendapat meal plan sesuai kebutuhan tubuh dan terapi GLP-1 agar nafsu makan lebih terkontrol. Lewat program weight management bareng Halofit, ia ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik maupun mental.

“Bukan semata karena ingin menurunkan berat badan. Apalagi Halofit by Halodoc ini bisa diakses secara online. Jadi memudahkan aku yang sehari-hari sudah padat bekerja dan mengurus keluarga,” Vicky Shu menjelaskan.

Kamila Andini Raih Penghargaan Women in Cinema di Cannes 2026, Satu-satunya dari Indonesia