Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mencatat sekitar 30 ribu jemaah haji telah menjalani proses clearance keimigrasian lewat fasilitas Makkah Route di Bandara Soekarno-Hatta. Program ini memungkinkan proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan sebelum jemaah terbang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika, mengatakan Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan melayani total 35.285 jemaah haji melalui skema Makkah Route pada musim haji tahun ini.
“Saat ini kita ada di fasilitas Makkah Route, yang mana dari tadi proses keberangkatan di embarkasi untuk jamaah haji telah dilakukan clearance keimigrasian, sehingga yang seharusnya clearance keimigrasian dari Arab Saudi dilakukan di negara Arab Saudi, saat ini dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Galih saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/5).
Galih menyebut hingga saat ini sekitar 30 ribu jemaah telah menjalani proses clearance tersebut.
“Untuk Bandara Soekarno-Hatta sendiri kita terjadwalkan untuk menyelesaikan sekitar 35.285 dan saat ini baru 30.000 something yang telah dilakukan clearance-nya, gitu,” ujarnya.
Menurut Galih, Makkah Route diharapkan membuat proses perjalanan ibadah haji lebih efisien karena jemaah tak lagi perlu antre panjang untuk pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi.
“Harapannya pertama negara hadir, yang kedua memberikan efisiensi proses, dan jamaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance nanti di Arab Saudi,” ucap dia.
Saat ini, terdapat 10 counter Makkah Route di Bandara Soekarno-Hatta. Program tersebut juga diterapkan di tiga bandara lain, yakni Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
“Untuk counter, saat ini ada 10 counter Makkah Route, dan ada di empat bandara. Tambahan baru ada di Makassar,” tutur Galih.
Galih menjelaskan, perluasan Makkah Route dilakukan karena program itu dinilai berhasil sejak diterapkan pada 2018. Selain itu, jumlah jemaah Indonesia yang besar membuat proses clearance di negara asal dinilai membantu mengurai kepadatan di Arab Saudi.
“Melihat best practice yang mungkin sudah berjalan dari tahun 2018. Jadi dengan success story dinilai berhasil, otomatis mungkin akan ditambahkan kembali,” kata dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·