Semarang (ANTARA) - Sebanyak 33 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) klaster makanan lumpia berpartisipasi pada pergelaran "Lumpiavaganza 2026" dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-479 Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu, menjelaskan bahwa "Lumpiavaganza" merupakan inovasi kreatif dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang yang sukses memadukan gerakan peduli lingkungan dengan pelestarian kuliner khas daerah.
Melalui skema sederhana namun berdampak, warga cukup menukarkan lima botol plastik bekas untuk mendapatkan satu voucher lumpia, dengan maksimal dua voucher per orang.
Puluhan UMKM klaster lumpia di ibu kota Jawa Tengah dilibatkan untuk memenuhi penukaran voucher, memastikan perputaran ekonomi tetap hidup, sekaligus menguatkan identitas lumpia sebagai ikon kuliner khas Semarang.
Baca juga: Lumpia Semarang, lahir dari akulturasi hingga Jadi ikon pariwisata
Penukaran botol plastik "Lumpiavaganza" sebenarnya telah dimulai sejak 26-30 April 2026 melalui jaringan bank sampah di tingkat kelurahan, dan puncaknya di Lapangan Simpang Lima, Minggu.
Hasilnya, ribuan botol plastik berhasil dikumpulkan, sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung untuk peduli dengan kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.
"Program ini bukan sekadar 'gimmick' perayaan, tetapi strategi cerdas Pemerintah Kota Semarang dalam membangun budaya baru: sampah bernilai, lingkungan lebih bersih," katanya.
Menurut dia, perubahan besar berawal dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama.
"Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri. Buang sampah pada tempatnya, dan botol plastik bisa kita tukar jadi lumpia," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·