5 Kasus Kuliner Nonhalal Bikin Heboh, dari Mie Babi hingga Ayam Goreng

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Polemik halal dan nonhalal di tempat makan kembali viral. Dari warung mie babi hingga ayam goreng, ini deretan kasus tempat makan nonhalal yang memicu protes dan klarifikasi.

Isu halal dan nonhalal kembali jadi sorotan di dunia kuliner Tanah Air. Sejumlah kasus viral memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Mulai dari warung kaki lima hingga restoran, polemik ini sering berujung protes warga. Tak jarang, pelaku usaha pun harus memberi klarifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan persepsi soal transparansi dan label halal jadi pemicu utama. Berikut deretan kasus tempat makan nonhalal yang ramai diperbincangkan publik.

1. Warung mie babi ditolak warga Sukoharjo

Suasana warung Mie dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (17/4/2026).Suasana warung Mie dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (17/4/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Warung mie babi di Sukoharjo, Solo viral usai mendapat penolakan warga. Usaha nonhalal ini dianggap meresahkan karena berdiri di lingkungan mayoritas muslim.

Penolakan muncul lewat pemasangan spanduk hingga penutupan akses jalan dengan tanah. Warga juga mengaku tidak dilibatkan sejak awal pembukaan warung tersebut.

Pemerintah setempat sempat memediasi kedua pihak, bahkan ada tuntutan agar menu diubah jadi halal. Namun hingga kini belum ada keputusan final dari pemilik warung.

2. Penjual mie babi menggunakan hijab dan peci

Warung mie babi di Bandung sempat viral karena penjualnya memakai peci dan hijab saat berjualan. Hal ini menuai kritik karena dinilai bisa membingungkan pembeli Muslim.

Setelah ditelusuri, penjual kini sudah tidak lagi mengenakan atribut tersebut saat berjualan di kawasan Cibadak. Di gerobak juga sudah dipasang stiker penanda nonhalal.

Lapak mie babi itu tetap ramai pembeli dengan beberapa pegawai yang melayani pesanan. Namun pihak penjual memilih enggan berkomentar terkait polemik yang sempat viral.

3. Ayam goreng pakai minyak babi

Ayam Goreng WiduranAyam Goreng Widuran Foto: x

Ayam Goreng Widuran di Solo viral usai terungkap menggunakan minyak babi pada kremesan. Banyak pelanggan Muslim merasa tertipu karena mengira menu tersebut halal.

Polemik ini membuat pemerintah setempat meminta penutupan sementara untuk evaluasi. Setelah itu, pihak manajemen diminta memperjelas status kehalalan produk yang dijual.

Manajemen menegaskan tidak pernah mengklaim produknya halal sejak awal. Kini, mereka mencantumkan label nonhalal di seluruh area dan kemasan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

4. Restoran nonhalal tawarkan menu buka puasa

Restoran nonhalal di Semarang viral usai menawarkan paket buka puasa. Padahal tempat ini dikenal menyajikan menu babi dan alkohol sehingga memicu perdebatan.

Kontroversi muncul dari unggahan media sosial yang viral dan dikritik publik. Sorotan juga datang terkait risiko konsumsi di tempat nonhalal saat Ramadan.

Manajemen akhirnya meminta maaf dan mengakui istilah 'iftar' tidak tepat. Mereka juga menghentikan seluruh promo buka puasa untuk meredam polemik.

5. Fakta warung bakso yang diduga nonhalal

Suasana warung bakso remaja Gading kembali buka usai dinyatakan negatif menggunakan produk non halal, Jumat (7/11/2025).Suasana warung bakso remaja Gading kembali buka usai dinyatakan negatif menggunakan produk non halal, Jumat (7/11/2025). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Warung Bakso Remaja Gading di Solo sempat viral pada November 2025 usai dituding menjual makanan nonhalal. Padahal, warung legendaris ini sudah berdiri sejak 1997 dan punya banyak pelanggan Muslim.

Isu muncul dari hasil monitoring dinas yang mencatat pengakuan pemilik soal bahan nonhalal. Informasi ini makin ramai setelah beredar stiker bertuliskan menu mengandung nonhalal.

Pemilik kemudian membantah dan menyebut terjadi kesalahpahaman saat memberi keterangan. Warung sempat ditutup sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Kemudian, berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta, Bakso Remaja Gading di Solo dinyatakan aman dan tidak menggunakan bahan nonhalal.

Simak Video "Video: Yang Harus Dilakukan Kalau Nggak Sengaja Makan Makanan Haram"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)