5G, pertaruhan masa depan ekonomi digital Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
pembicaraan tentang 5G sejatinya bukan sekadar mengenai kecepatan internet di telepon genggam, melainkan tentang kemampuan sebuah negara membangun sistem ekonomi yang lebih efisien dan produktif

Jakarta (ANTARA) - Selama bertahun-tahun, pembahasan mengenai ekonomi digital di Indonesia lebih sering berfokus pada pertumbuhan aplikasi, maraknya perdagangan elektronik, atau meningkatnya transaksi keuangan berbasis teknologi.

Namun di balik semua itu, ada satu hal mendasar yang sering luput dari perhatian publik, yakni kualitas infrastruktur jaringan yang menopang seluruh aktivitas digital tersebut.

Di era ketika hampir semua sektor bergantung pada data dan konektivitas, jaringan bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi baru pembangunan ekonomi.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai percepatan implementasi teknologi internet terkini, 5G, menjadi semakin banyak diperbincangkan. Implementasi 5G pun mulai banyak dibahas dalam forum-forum diskusi termasuk salah satunya yang terkini, Indotelko Forum 2026 di Jakarta belum lama ini.

Ketika berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk membicarakan masa depan konektivitas digital di tanah air, pesan yang mengemuka adalah bahwa 5G tidak lagi bisa dipandang sebagai teknologi pelengkap atau sekadar simbol modernisasi.

Teknologi ini telah bergerak menjadi kebutuhan strategis yang akan menentukan kemampuan Indonesia bersaing di tengah ekonomi global yang semakin terdigitalisasi.

Pandangan tersebut muncul salah satunya ditopang isu dalam beberapa tahun terakhir terkait perubahan perilaku masyarakat yang sangat dinamis dan berubah sangat cepat. Aktivitas bekerja, belajar, bertransaksi, hingga mengakses layanan publik kini sangat bergantung pada internet.

Di saat yang sama, perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence mulai meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan yang jauh lebih cepat, stabil, dan memiliki latensi rendah. Tanpa infrastruktur yang memadai, berbagai inovasi digital hanya akan berhenti sebagai wacana.

President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby menegaskan bahwa 5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Menurut dia, teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah yang penting untuk mendukung aplikasi digital canggih serta teknologi baru di berbagai sektor industri.

Hal itu memperlihatkan bahwa pembicaraan tentang 5G sejatinya bukan sekadar mengenai kecepatan internet di telepon genggam, melainkan tentang kemampuan sebuah negara membangun sistem ekonomi yang lebih efisien dan produktif.

Ketika industri manufaktur mulai menggunakan otomatisasi berbasis sensor, ketika sektor logistik membutuhkan pelacakan real time yang presisi, ketika layanan kesehatan mengarah pada pemanfaatan teknologi jarak jauh, dan ketika sektor energi mulai mengandalkan sistem pemantauan digital yang kompleks, maka kualitas jaringan menjadi faktor penentu.


Berbasis 5G

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.