- Mengapa ibu perlu memantau perkembangan anak di daycare?
- Bagaimana cara mengetahui aktivitas anak di daycare?
- Apa tanda anak nyaman berada di daycare?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Cara ibu memantau perkembangan anak selama di daycare kini menjadi perhatian banyak orang tua. Daycare sendiri kerap menjadi alternatif favorit untuk menitipkan anak, utamanya bagi pasangan yang sama-sama bekerja atau tidak memiliki asisten rumah tangga.
Ya, kehadiran daycare memang membantu pengasuhan anak saat orang tua bekerja, namun bukan berarti proses tumbuh kembang anak sepenuhnya diserahkan kepada pengasuh. Orang tua tetap perlu mengetahui bagaimana aktivitas, pola belajar, hingga kondisi emosional anak setiap hari. Selain memastikan anak aman, pemantauan juga membantu orang memahami perubahan perilaku, kemampuan sosial, dan perkembangan motorik anak.
Hal itu pula yang selaras diutarakan Karina (30), ibu rumah tangga asal Blitar yang sudah bertahun-tahun menggunakan jasa daycare untuk sang buah hati mengingat situasinya sebagai perantau di Kota Yogyakarta sejak 2020. Menurutnya, memantau perkembangan anak di daycare ia rutin lakukan dengan menjalin komunikasi yang baik bersama pengasuh.
“Kalau seberapa sering, saya sering berkomunikasi dengan pihak daycare, baik itu secara chat maupun langsung,” tutur Karina.
“Saya menitipkan anak di daycare dari ia berumur 4 bulan. Pertama kali daycare tahun 2021 awal. (Kenapa daycare?) karena kami perantau dan tidak ada sanak saudara di perantauan. Kami (ia dan suami) berdua sama-sama bekerja. Jadi mau tidak mau harus daycare,” sambungnya.
1. Menjalin Komunikasi Rutin dengan Pengasuh
Komunikasi rutin bisa dilihat dari laporan harian yang diberikan pihak daycare. Anda juga bisa menanyakan aktivitas anak selama berada di daycare, mulai dari pola makan, waktu tidur, hingga interaksi dengan teman-temannya.
“Karena dari laporan harian kita bisa mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan anak selama di daycare, bisa mengetahui porsi makan dan menu makan apa saja yg diberikan ke anak. Jika masih minum asi juga bisa tahu dan terkontrol berapa banyak yg diminum oleh anak,” sambung Karina.
Karina mencontohkan, di daycare ia menitipkan sang buah hati, sudah ada fasilitas dan aplikasi penunjang untuk melihat kegiatan anak. Hal itu memudahkan dia rutin untuk menjalin komunikasi dengan pengasuh dan memantau perkembangan anak.
“Di daycare tempat anak saya dititipkan ada aplikasi untuk melihat laporan kegiatan anak selama di daycare. Jika ada apapun pasti dari daycare mengabari orang tua baik melalui chat maupun di sampaikan langsung ketika penjemputan. Di aplikasi sebenarnya sudah sangat lengkap,” tambah Karina.
2. Mengamati Perubahan Perilaku Anak di Rumah
Perkembangan anak tidak hanya terlihat saat berada di daycare, tetapi juga ketika di rumah. Ibu perlu memperhatikan apakah anak terlihat lebih ceria, mandiri, atau justru mudah marah setelah pulang dari daycare.
Perubahan perilaku bisa menjadi indikator kenyamanan anak selama berada di lingkungan daycare. Jika anak tampak antusias bercerita atau menunjukkan semangat setiap pagi, hal itu biasanya menjadi tanda positif bahwa ia menikmati aktivitas di sana.
“Seperti anak sudah bisa makan sendiri, memakai pakaian sendiri, mencuci piring setelah habis makan, memakai sepatu. Hal-hal kecil yang menurut saya juga sangat diperhatikan dan diajarkan oleh pihak daycare,” ujar Karina.
“Memang di daycare diajarkan untuk mandiri dan disiplin. Contoh kecil untuk makan mungkin awal harus disuapi. Namun di daycare sejak kecil sudah diajarkan untuk makan sendiri,” sambungnya lagi.
3. Rutin Bertanya kepada Anak
Meski masih kecil, anak tetap dapat diajak berbicara mengenai aktivitasnya di daycare. Ibu bisa mengajukan pertanyaan sederhana seperti siapa teman bermainnya, permainan favorit hari itu, atau makanan yang dimakan.
Cara ini membantu anak belajar mengekspresikan perasaan sekaligus mempererat hubungan emosional dengan orang tua. Dari cerita sederhana anak, ibu juga bisa mengetahui apakah ada hal yang membuatnya senang atau tidak nyaman.
4. Memantau Perkembangan Sosial Anak
Daycare menjadi tempat anak belajar bersosialisasi dengan teman sebaya. Karena itu, ibu perlu memperhatikan perkembangan kemampuan sosial anak, seperti berbagi mainan, bekerja sama, atau mulai percaya diri saat berinteraksi.
Kemampuan sosial yang berkembang baik biasanya terlihat dari sikap anak yang lebih mudah beradaptasi dan tidak takut bertemu orang baru. Ini menjadi salah satu manfaat positif dari lingkungan daycare yang mendukung tumbuh kembang anak. Pengalaman yang juga dialami Karina untuk anaknya di daycare.
“Selain itu daycare membantu perkembangan sosial anak. Karena banyak yang sebaya dan selalu diajak berkomunikasi dengan miss juga teman-temannya,” imbuhnya dengan semangat.
5. Memperhatikan Kesehatan dan Pola Makan Anak
Kesehatan menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan anak selama di daycare. Ibu perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, cukup istirahat, dan tetap aktif bergerak.
Jika anak sering sakit atau kehilangan nafsu makan setelah masuk daycare, ibu perlu mencari tahu penyebabnya bersama pihak pengasuh. Pemantauan kesehatan yang baik membantu menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
6. Pola Asuh Konsisten di Rumah
Cara ibu memantau perkembangan anak selama di daycare juga perlu dibarengi dengan pola asuh yang konsisten di rumah. Jika daycare mengajarkan kemandirian, ibu sebaiknya mendukung kebiasaan tersebut di rumah.
Keselarasan pola pengasuhan membantu anak lebih mudah memahami aturan dan membentuk kebiasaan positif. Anak pun akan merasa lebih nyaman karena mendapatkan pendekatan yang tidak jauh berbeda antara rumah dan daycare.
Hal itulah yang juga mendasari Karina memilih daycare untuk menitipkan anaknya selama ia bekerja. Menurutnya metode menitipkan anak di daycare sangat membantu pengasuhan buah hati asal dipilih dengan seksama.
“Di daycare ada shiftnya jadi miss nya tidak kelelahan dan burn out menjaga bayi. Makanan juga pasti terkontrol gizinya, karena memang ada laporan real makan dan asip,” terang Karina.
“DI Daycare banyak aktivitas bermanfaat seperti stimulasi yang bisa merangsang kemampuan anak, kegiatan-kegiatan menyenangkan, dan permainan yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Jadi saya sebagai orang tua juga perlu memahami itu juga,” imbuhnya.
7. Tetap Menjadi Pendengar yang Baik untuk Anak
Kesibukan kerja sering membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Karena itu, ibu perlu menyediakan waktu khusus untuk mendengarkan cerita dan perasaan anak setiap hari.
Kedekatan emosional yang terjaga akan membuat anak lebih terbuka mengenai pengalaman selama di daycare. Dengan begitu, ibu dapat terus memantau perkembangan anak secara emosional maupun sosial dengan lebih baik.
Memungkasi perbincangan, Karina mengungkapkan harapan untuk standar layanan daycare di Indonesia, meskipun secara garis besar ia puas sebagai salah satu pengguna jasa.
“Harapannya agar seluruh daycare bisa benar-benar care dengan anak-anak yang dititipkan. Bisa membantu kami- kami orang tua perantau yg keduanya bekerja,” ujar Karina.
“Daycare dibuka untuk membantu para orang tua yang bekerja, dan tidak ada yang menjaga anak, untuk bisa di latih stimulasinya. Apalagi biaya daycare saat ini semakin mahal,” pungkasnya.
Pertanyaan dan Jawaban Singkat Seputar Topik
1. Mengapa ibu perlu memantau perkembangan anak di daycare?
Agar ibu mengetahui kondisi emosional, sosial, dan tumbuh kembang anak selama berada di daycare.
2. Bagaimana cara mengetahui aktivitas anak di daycare?
Melalui komunikasi dengan pengasuh, laporan harian, dan dokumentasi kegiatan anak.
3. Apa tanda anak nyaman berada di daycare?
Anak terlihat ceria, antusias pergi ke daycare, dan mau bercerita tentang kegiatannya.
4. Mengapa komunikasi dengan pengasuh penting?
Karena pengasuh dapat memberikan informasi detail mengenai kebiasaan dan perkembangan anak setiap hari.
5. Bagaimana agar perkembangan anak tetap optimal?
Dengan kerja sama yang baik antara ibu, anak, dan pihak daycare serta pola asuh yang konsisten di rumah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·