7 Jenis Mangga Tabulampot yang Cocok untuk Halaman Sempit, Manis dan Rajin Berbuah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mangga Arumanis terkenal sebagai salah satu mangga unggulan Indonesia. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang khas.

Walaupun pertumbuhannya agak besar, Arumanis tetap bisa dijadikan tabulampot dengan teknik pemangkasan bentuk yang tepat. Pemangkasan rutin penting untuk menjaga tinggi tanaman agar tetap proporsional di halaman kecil.

Bagi pecinta mangga klasik, varietas ini tetap menjadi pilihan menarik untuk koleksi tabulampot.

Tips Sukses Menanam Tabulampot Mangga

Selain memilih jenis mangga tabulampot yang cocok untuk halaman sempit, keberhasilan budidaya juga ditentukan oleh teknik perawatannya.

Gunakan Bibit Vegetatif

Pilih bibit hasil okulasi, sambung pucuk, atau cangkok karena lebih cepat berbuah dibanding bibit dari biji. Bibit vegetatif juga memiliki sifat yang sama dengan induknya.

Pilih Pot yang Tepat

Gunakan pot dengan diameter minimal 50 cm agar akar memiliki ruang tumbuh cukup. Pot berbahan plastik tebal, drum, atau tanah liat bisa menjadi pilihan.

Media Tanam Harus Gembur

Campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1 sangat baik untuk tabulampot mangga. Media yang gembur membantu akar menyerap nutrisi lebih optimal.

Rajin Memangkas Cabang

Pemangkasan penting untuk menjaga bentuk tanaman tetap pendek dan rapi. Selain itu, pemangkasan juga membantu merangsang pembentukan bunga dan buah.

Atur Penyiraman

Penyiraman cukup dilakukan 1–2 kali sehari tergantung cuaca. Hindari media terlalu becek karena dapat menyebabkan akar membusuk.

Berikan Pupuk Secara Berkala

Pupuk organik dan NPK perlu diberikan rutin agar tanaman tetap subur. Saat ingin merangsang pembungaan, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor tinggi.

Keuntungan Memiliki Tabulampot Mangga di Rumah

Mangga merupakan tanaman buah yang cukup adaptif dan dapat tumbuh baik di dalam pot asalkan mendapatkan sinar matahari cukup. Teknik tabulampot sendiri sudah berkembang sejak tahun 1970-an dan terus diminati hingga sekarang karena cocok diterapkan di lingkungan perkotaan.

Salah satu keunggulan mangga sebagai tabulampot adalah kemampuannya untuk dibentuk melalui pemangkasan. Tajuk tanaman dapat dibuat tetap pendek dan rapi sehingga tidak memakan banyak ruang. Selain itu, beberapa varietas mangga mampu berbuah meskipun ditanam dalam wadah terbatas.

Agar berhasil, tabulampot mangga membutuhkan pot berdiameter minimal 50 cm dengan media tanam yang gembur dan kaya unsur hara. Campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam atau serbuk gergaji menjadi media yang paling umum digunakan.

Selain media tanam, pencahayaan juga sangat penting. Pohon mangga membutuhkan sinar matahari langsung sekitar 6–10 jam per hari agar proses fotosintesis berlangsung maksimal dan tanaman lebih cepat berbunga.

Menanam mangga dalam pot bukan hanya memberikan hasil buah, tetapi juga mempercantik tampilan rumah. Pohon mangga yang rimbun dapat menciptakan suasana sejuk dan alami di halaman sempit.

Selain itu, tabulampot lebih mudah dipindahkan dibanding tanaman yang ditanam langsung di tanah. Anda juga lebih mudah mengontrol media tanam, pemupukan, hingga serangan hama.

Bagi penghobi tanaman, tabulampot mangga juga memberikan kepuasan tersendiri ketika tanaman mulai berbunga dan menghasilkan buah lebat di pekarangan rumah.