7 Jenis Pakan Fermentasi Ayam Kampung yang Bikin Cepat Besar dan Mudah Dibuat di Rumah

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Jenis pakan fermentasi ayam kampung yang bikin cepat besar kini menjadi solusi populer di kalangan peternak rumahan maupun skala besar. Kenaikan harga pakan pabrikan membuat banyak peternak mencari alternatif yang lebih murah namun tetap mampu mendukung pertumbuhan ayam secara maksimal.

Fermentasi pakan dikenal mampu meningkatkan kandungan nutrisi serta mempermudah sistem pencernaan ayam. Dengan proses fermentasi, bahan pakan menjadi lebih lembut dan mudah diserap tubuh ayam kampung sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat dan bobot badan meningkat optimal.

Artikel ini akan mengupas enam jenis pakan fermentasi ayam kampung yang terbukti efektif membuat ayam cepat besar dan sehat, lengkap dengan panduan singkat cara pembuatannya. Dengan menerapkan teknik fermentasi ini, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga meningkatkan profitabilitas usaha ternak ayam kampung.

1. Gedebog Pisang (Batang Pisang) Fermentasi

Gedebog pisang, atau batang pisang, seringkali dianggap sebagai limbah setelah buahnya dipanen. Padahal, bahan ini memiliki potensi besar sebagai pakan alternatif yang ekonomis dan bergizi untuk ayam kampung. Gedebog pisang kaya akan serat kasar, potasium, dan karbohidrat.

Namun, kandungan lignin dan selulosa yang tinggi membuatnya sulit dicerna jika diberikan langsung kepada ayam. Proses fermentasi berperan penting dalam memecah serat tersebut menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna dan meningkatkan nilai gizi pakan.

Cara Membuat:

  • Untuk memulai cara buat pakan ayam fermentasi dari gedebog pisang, Anda memerlukan beberapa bahan utama dan tambahan. Bahan utama adalah gedebog pisang segar; penting untuk memilih gedebog yang tidak terlalu tua agar teksturnya lebih mudah diolah. Bahan tambahan meliputi molase (tetes tebu) atau gula pasir/gula merah, serta probiotik seperti EM4 khusus peternakan yang mengandung berbagai mikroorganisme baik untuk menguraikan bahan.
  • Cacah gedebog pisang menjadi potongan kecil (sekitar 2-3 cm). 
  • Larutkan molase dan probiotik ke dalam air, lalu campurkan larutan ini ke cacahan gedebog pisang hingga merata, pastikan kelembapannya pas (tidak terlalu basah atau kering). 
  • Masukkan campuran ke dalam wadah kedap udara, padatkan, dan tutup rapat. 
  • Fermentasi biasanya berlangsung selama 3-7 hari di tempat teduh.

2. Dedak Padi Fermentasi

Dedak padi atau bekatul merupakan salah satu bahan pakan yang paling umum digunakan karena harganya yang relatif murah dan mudah didapat. Dedak padi kaya akan kalori dan vitamin B, menjadikannya sumber energi yang baik untuk ayam.

Namun, kandungan proteinnya rendah dan serat kasarnya tinggi, yang dapat menghambat pertumbuhan ayam jika diberikan tanpa pengolahan. Fermentasi dedak padi dapat meningkatkan nilai nutrisi, terutama protein, dan memperbaiki daya cerna dengan mengurangi serat kasar.

Cara Membuat:

  • Siapkan wadah dan masukkan 1 kg dedak atau bekatul. 
  • Masukkan dua tutup botol EM4 peternakan dan siram dengan air secukupnya.
  • Aduk merata kemudian tutup rapat dan biarkan di tempat yang teduh selama 3 hari.
  •  Setelah 3 hari, pakan fermentasi siap diberikan kepada ayam kampung. Proses ini membantu mengaktifkan bakteri baik dalam EM4 untuk mengurai dedak.

3. Ampas Tahu Fermentasi

Ampas tahu adalah limbah dari proses pembuatan tahu yang memiliki kandungan protein nabati tinggi, menjadikannya bahan pakan alternatif yang sangat baik untuk ayam.

Fermentasi ampas tahu tidak hanya meningkatkan daya cernanya, tetapi juga mengurangi zat antinutrisi dan bau yang kurang sedap, sehingga lebih disukai oleh ternak. Proses ini juga memperpanjang masa simpan ampas tahu yang mudah busuk.

Cara Membuat:

  • Campurkan ampas tahu segar yang sudah ditiriskan dengan dedak halus, tepung ikan (opsional), garam, molase, dan probiotik (EM4). 
  • Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan memiliki tekstur yang lembap. 
  • Masukkan ke dalam wadah kedap udara, padatkan, dan tutup rapat. 
  • Biarkan fermentasi selama 3-7 hari.

4. Fermentasi Roti Kadaluwarsa

Jagung giling merupakan sumber karbohidrat utama dalam pakan ayam dan mengandung vitamin A serta E yang berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada jagung giling membantu ayam cepat gemuk dan aktif.

Fermentasi jagung giling dapat meningkatkan kualitas pakan dengan membuat nutrisi lebih mudah diserap dan memperpanjang masa simpannya. Proses ini juga meningkatkan aroma dan tekstur pakan, membuat ayam lebih lahap makan.

Cara Membuat:

  • Siapkan Bahan: Roti kedaluwarsa (sekitar 10 kg, pastikan bebas plastik), dedak (untuk menyerap kelebihan air), cairan probiotik (EM4 Peternakan, SOC, dll.) 50-100 ml, dan molase/gula pasir.
  • Hancurkan Roti: Hancurkan roti kedaluwarsa hingga menjadi remahan.
  • Campurkan Bahan: Campurkan remahan roti dengan dedak. Larutkan probiotik dan molase/gula pasir dalam air, lalu semprotkan ke campuran roti dan dedak hingga lembap.
  • Fermentasi: Masukkan campuran ke dalam wadah kedap udara dan fermentasi selama beberapa hari. Sebelum diberikan ke ayam, angin-anginkan pakan fermentasi untuk menguapkan sisa alkohol.

5. Singkong (Daun atau Kulit) Fermentasi

Singkong, baik daun maupun kulitnya, merupakan sumber karbohidrat yang baik dan dapat menjadi pakan alternatif yang murah. Daun singkong mengandung protein, vitamin, dan mineral penting untuk pertumbuhan ayam.

Namun, singkong mentah mengandung zat antinutrisi seperti sianida yang berbahaya bagi ayam. Proses fermentasi sangat penting untuk mengurangi zat berbahaya ini dan meningkatkan nilai gizi serta daya cerna, sehingga aman dan efektif untuk pakan ayam kampung.

Cara Membuat:

  • Cacah daun atau kulit singkong menjadi potongan kecil, sekitar 1-3 cm, untuk mengurangi rongga udara dan memudahkan fermentasi. 
  • Semprotkan dengan suplemen organik cair atau larutan probiotik dan molase untuk mempercepat proses. 
  • Masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah kedap udara, padatkan untuk mengeluarkan udara, dan tutup rapat.
  • Fermentasi berlangsung sekitar 7 hari di tempat yang terlindung dari panas dan hujan.

6. Daun Indigofera Fermentasi

Daun Indigofera zollingeriana dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, menjadikannya sumber protein nabati potensial untuk pakan ayam. Bahan ini dapat menjadi alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein ternak.

Meskipun demikian, daun indigofera juga memiliki serat kasar yang tinggi yang perlu diolah agar mudah dicerna. Fermentasi daun indigofera dengan bantuan bioaktivator seperti EM4 dapat meningkatkan kualitas nutrisi, terutama protein kasar, dan mengurangi serat kasar, sehingga lebih optimal untuk ayam.

Cara Membuat:

  • Daun indigofera dapat dipanen, dikeringkan, dan digiling menjadi tepung. 
  • Kemudian, campurkan tepung daun indigofera dengan bekatul (sebagai sumber energi) dan larutan probiotik (EM4) serta molase. 
  • Aduk hingga merata dan pastikan kelembapan yang cukup. 
  • Masukkan ke dalam wadah kedap udara dan biarkan fermentasi selama beberapa hari, misalnya 7 hari, untuk mengoptimalkan kandungan nutrisinya.

7. Daun Pepaya Fermentasi

Daun pepaya mengandung nutrisi penting untuk pakan ayam. Kandungan daun pepaya yang penting antara lain protein kasar 13,5%, lemak kasar 12,80%, serat kasar 14,68%, dan abu 14,4%. Fermentasi daun pepaya dapat mengurangi rasa pahit, melunakkan tekstur, dan meningkatkan nilai gizi. Metode ini tidak hanya murah tetapi juga ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan alami yang sering dianggap limbah.

Cara Membuat:

  • Siapkan Bahan: Daun pepaya segar (5-10 kg), tetes tebu atau molase (1 liter per 10 kg daun), probiotik (EM4 peternakan), dedak padi (opsional), dan air bersih.
  • Olah Daun Pepaya: Cuci bersih daun pepaya, lalu potong kecil-kecil (sekitar 3-5 cm) untuk mempermudah fermentasi. Jika menggunakan dedak, campurkan dengan daun pepaya yang sudah dipotong.
  • Buat Larutan Aktivator: Larutkan tetes tebu dan EM4 ke dalam air dengan perbandingan 1:1:10.
  • Proses Fermentasi: Semprotkan larutan aktivator ke campuran daun pepaya dan dedak hingga lembap. Masukkan ke dalam wadah kedap udara dan fermentasi selama beberapa hari.

Tips Memberikan Pakan Fermentasi Agar Hasil Maksimal

Agar pertumbuhan ayam lebih optimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan bahan pakan yang masih segar
  • Jangan memberikan pakan fermentasi yang berjamur
  • Simpan pakan di tempat tertutup
  • Berikan pakan secara bertahap agar ayam terbiasa
  • Kombinasikan dengan vitamin dan air bersih

Perawatan yang tepat akan membuat ayam kampung tumbuh lebih sehat dan cepat panen.

Pertanyaan Seputar Jenis Pakan Fermentasi Ayam Kampung yang Bikin Cepat Besar

1. Apa manfaat utama pakan fermentasi untuk ayam kampung?

Pakan fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi pakan, memperbaiki daya cerna, mendukung pertumbuhan ayam lebih cepat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menghemat biaya pakan.

2. Mengapa fermentasi penting untuk bahan pakan seperti gedebog pisang atau singkong?

Fermentasi membantu memecah serat kasar dan zat antinutrisi (seperti sianida pada singkong) yang sulit dicerna atau berbahaya, sehingga meningkatkan ketersediaan nutrisi dan keamanan pakan.

3. Bahan apa saja yang umum digunakan sebagai starter atau probiotik dalam fermentasi pakan?

Bahan yang umum digunakan sebagai starter atau probiotik adalah EM4 khusus peternakan, ragi, atau suplemen organik cair lainnya, seringkali dikombinasikan dengan molase atau gula sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi pakan ayam kampung?

Waktu fermentasi bervariasi tergantung bahan dan suhu, namun umumnya berkisar antara 3 hingga 14 hari. Pakan fermentasi yang berhasil akan memiliki aroma khas yang segar dan tekstur lebih lembut.

5. Apakah pakan fermentasi bisa menghemat biaya?

Ya, karena banyak menggunakan bahan murah dan limbah organik.