Ajang balap sepeda downhill paling bergengsi di tanah air, 76 Indonesian Downhill 2026, kembali digelar dengan membawa perubahan signifikan pada karakter lintasan. Penyelenggara memutuskan untuk merombak trek menjadi jauh lebih menantang guna meningkatkan daya saing atlet nasional.
Seperti dilansir dari Medcom, kompetisi musim ini akan berlangsung dalam tiga seri yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Fokus utama pengembangan tahun ini terletak pada peningkatan standar teknis sirkuit yang lebih ekstrem dibanding edisi sebelumnya.
Agnes Wuisan, perwakilan penyelenggara 76 Rider, menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan agar rider Indonesia semakin siap menghadapi kompetisi internasional. Keberhasilan Rendy Varera Sanjaya dan Riska Amelia di SEA Games Thailand 2025 menjadi salah satu pemacu lahirnya perubahan tersebut.
"Prestasi atlet harus dibarengi dengan peningkatan ekosistem dan standar kualitas kompetisi. Karena itu, musim ini kami menghadirkan tantangan yang lebih ekstrem agar rider Indonesia semakin siap bersaing di level internasional," ujar Agnes.
Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa panjang lintasan kini bertambah dari minimal 1.250 meter menjadi 1.600 meter. Selain lebih panjang, tingkat kemiringan trek juga dibuat lebih curam guna memicu kecepatan tinggi bagi para pembalap.
"Lintasannya sekarang jauh lebih ekstrem. Lebih panjang, lebih curam, lebih high speed, dan lebih sedikit pedaling. Average speed rider pasti meningkat dibanding tahun lalu," kata Aditya.
Seri pembuka dijadwalkan berlangsung di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, pada 22-24 Mei 2026. Lokasi ini dipilih karena memiliki kontur tanah kering berkerikil yang licin serta bentangan batuan karang purba yang memberikan sensasi balapan unik sepanjang 1.650 meter.
Setelah Yogyakarta, kompetisi akan berlanjut ke Ternadi Bike Park, Kudus, pada 22-23 Agustus 2026. Putaran final atau grand final akan diselenggarakan di Arjuno Bike Park, Pasuruan, pada 16-18 Oktober 2026.
Persaingan Ketat di Kelas Men Elite
Rider andalan Team 76 Rider DH Squad, Mohammad Abdul Hakim alias Jambol, menyambut positif perubahan karakter trek ini. Menurutnya, lintasan yang lebih menantang akan membantu para atlet beradaptasi dengan standar sirkuit di Asia maupun Eropa.
"Trek seperti ini bagus karena rider Indonesia jadi terbiasa menghadapi lintasan curam dan ekstrem seperti di Eropa maupun Asia," ujar Jambol.
Persaingan di kelas Men Elite diprediksi akan berjalan sangat panas, terutama dengan kehadiran Pandu Satrio. Sebagai juara umum musim 2025, Pandu menjadi ancaman serius bagi para rider senior seperti Rendy Varera, Khoiful Mukhib, dan Andy Yoga.
Jambol mengakui bahwa regenerasi atlet berjalan sangat cepat dengan keberanian rider muda yang semakin tinggi. "Sekarang rider muda makin berani dan agresif. Saya tidak boleh lengah sedikit pun kalau ingin tetap bersaing di kelas elite," pungkasnya.
Daftar Kelas Perlombaan
Secara keseluruhan, 76 Indonesian Downhill 2026 tetap mempertandingkan 10 kategori kelas berbeda. Tiga kategori utama, yaitu Men Elite, Women Elite, dan Men Junior, tetap memegang status internasional dengan sertifikasi UCI C1.
Kelas-kelas lain yang dipertandingkan meliputi Men Youth, Women Youth, Men Master A, B, dan C, serta Men Sport A dan B. Seluruh kategori ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat bagi pesepeda downhill dari berbagai tingkatan usia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·