Evakuasi korban tabrakan maut antara KRL Kampung Bandan-Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Selasa (28/4) pagi. Sudah 9 jam proses evakuasi itu berlangsung.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan pihaknya melakukan evakuasi sejak sekitar 30 menit usai insiden terjadi. Prosesnya dilakukan dengan kehati-hatian sebab masih ada korban selamat yang terjepit.
"Kami harus melakukan penanganan khusus melibatkan personel-personel yang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi yang secara teliti dan terukur, karena ada beberapa korban yang sampai saat ini dan kita mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup. Namun kondisinya masih dalam jepitan material kereta," kata Syafii saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Korban terdapat di gerbong belakang KRL. Gerbong itu terbelah dan terhimpit oleh lokomotif KA Argo Bromo Anggrek.
Syafii mengatakan terdapat tiga korban yang masih terjepit hingga pagi ini. Tim Medis terus mendampingi mereka.
"Korban yang masih dalam kondisi hidup alhamdulillah masih bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga dari medis selalu mendampingi untuk memberikan tindakan-tindakan setiap ada perubahan dan tindakan ekstrikasi dari Basarnas tetap dilakukan maksimal," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·