Adidas menerapkan teknologi tinggi pada Trionda, bola resmi yang digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil demi memastikan jalannya setiap pertandingan dapat berlangsung seadil mungkin. Seperti dilansir dari Detik iNET, bola elektronik ini memerlukan pengisian daya baterai sebelum setiap laga dimulai.
Pasalnya, sensor di dalam bola tidak dapat berfungsi tanpa pasokan daya. Adidas telah memproduksi bola untuk ajang Piala Dunia sejak 1970. Perusahaan kemudian meluncurkan bola Trionda tahun lalu dengan menyertakan Teknologi Bola Terhubung guna membantu tugas perwasitan.
"Setiap bola diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan sebelum laga dimulai guna memastikan fungsinya berjalan optimal selama pertandingan penuh dan bahkan setelahnya," ungkap juru bicara Adidas.
Pihak Adidas menambahkan bahwa baterai yang disematkan memiliki standar tertinggi. Kualitas ini membuat baterai mampu bertahan hingga beberapa kali lipat dari durasi pertandingan tingkat atas. Komponen di dalam bola mencakup chip sensor gerak unit pengukuran inersia yang ditahan oleh sistem suspensi. Bagian ini berfungsi mengumpulkan sekaligus mengirimkan data langsung ke sistem VAR.
Sensor tersebut bertugas melacak setiap sentuhan pada bola. Data dari sensor akan membantu wasit dalam mengambil keputusan terkait potensi off side, handball, serta berbagai insiden umum lainnya. "Sepanjang proses validasi, serta dalam dua kompetisi Piala Dunia FIFA dan UEFA EURO 2024 & 2025 yang telah kami layani sejauh ini, belum pernah ada satu skenario pun di mana kami harus mengganti bola akibat baterai yang lemah," sebut jubir Adidas.
Piala Dunia edisi sebelumnya juga telah memanfaatkan bola berteknologi tinggi yang dapat diisi ulang. Saat itu, Adidas bermitra dengan perusahaan teknologi Kinexon untuk menciptakan teknologi bola terhubung dengan VAR sepanjang 64 pertandingan. Pihak Kinexon menyatakan pengisian daya bola berteknologi tinggi ini dilakukan secara nirkabel melalui stasiun pengisian daya khusus.
Proses pengisian membutuhkan waktu sekitar 90 menit agar baterai terisi penuh. Daya baterai tersebut dapat bertahan sekitar 6 jam untuk penggunaan aktif dalam pertandingan. Bola ini juga dibekali kemampuan mendeteksi posisi di luar lapangan, sehingga bisa beralih ke mode hibernasi demi menghemat baterai.
Perbedaan besar dari bola Piala Dunia 2022 terletak pada posisi sensor seri 2026 yang ditanamkan di sisi bola, bukan di titik tengah. Desain Trionda dirancang sebagai penghormatan bagi tiga negara tuan rumah lewat skema warna merah, hijau, dan biru, serta ikonografi daun maple, elang, dan bintang.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·