ADNOC Negosiasi Beli 600 SPBU Shell di Afrika Selatan Rp16 Triliun

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilaporkan sedang dalam pembicaraan tahap lanjut untuk mengakuisisi 600 stasiun pengisian bahan bakar umum milik Shell di Afrika Selatan pada Selasa, 14 April 2026. Kesepakatan ini diperkirakan mencapai nilai 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,3 triliun.

Dilansir dari Bloomberg, ADNOC menjadi penawar utama setelah proses negosiasi antara Shell dengan Gunvor Group, salah satu pedagang minyak independen terbesar di dunia, mengalami kegagalan. Perjanjian final antara perusahaan minyak asal Uni Emirat Arab dan Shell tersebut diprediksi akan tercapai paling cepat pada kuartal ini.

Langkah akuisisi ini akan memberikan ADNOC kendali atas sekitar 10 persen pangsa pasar bahan bakar di negara dengan ekonomi terbesar di Afrika tersebut. Proses penjualan aset hilir ini telah dimulai sejak 2024 sebagai bagian dari peninjauan operasional global yang dilakukan oleh raksasa energi Inggris, Shell.

"Shell Downstream South Africa (SDSA) mengonfirmasi bahwa proses divestasi tetap berjalan," kata perwakilan Shell kepada BusinessTech pada Maret lalu. Perusahaan tersebut menegaskan kebijakan untuk tidak mengungkapkan informasi terkait proses komersial yang bersifat rahasia.

Kepergian Shell dari sektor ritel bahan bakar akan mengakhiri sejarah operasional perusahaan selama lebih dari satu abad di Afrika Selatan sejak tahun 1902. Saat ini, Afrika Selatan menempati peringkat ke-13 dari 61 negara dengan jumlah outlet ritel Shell terbanyak di dunia.

ADNOC sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi sebesar 150 miliar dolar AS antara tahun 2026 hingga 2030 guna mendorong pertumbuhan dan memenuhi permintaan energi global. Dilansir dari Reuters, unit ADNOC terus meninjau peluang pertumbuhan namun menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait rincian transaksi ini.

CEO Liquid Fuels Wholesalers Association of South Africa, Peter Morgan menilai hengkangnya Shell akan berdampak kecil pada industri bahan bakar domestik. Ia memperkirakan Shell kemungkinan akan mempertahankan merek kecil bernama Viva Energy dan memegang saham minoritas sementara investor luar mengambil alih kepemilikan mayoritas.

Selain di Afrika Selatan, Shell telah menjual aset hilir di sejumlah negara seperti Australia, Botswana, Kenya, dan Namibia. Operasi kilang minyak mereka di Durban juga telah tidak aktif sejak Maret 2022 akibat keputusan penghentian operasional yang diperparah oleh kerusakan akibat banjir.