Kegagalan FC Basel mengamankan posisi di kompetisi Eropa musim depan memicu kritik tajam dari mantan Wakil Presiden klub, Adrian Knup, menyusul kekalahan telak 0-3 dari Young Boys pada Kamis (14/5/2026). Knup menyoroti penurunan performa drastis tim yang terjadi sejak manajemen memutuskan untuk mengganti kursi kepelatihan.
Kondisi ini diperparah dengan hilangnya mentalitas juara dan sosok pemimpin di dalam skuad Rotblau. Knup menggarisbawahi bahwa momen pergantian pelatih ke Stephan Lichtsteiner merupakan kesalahan strategis yang berdampak pada stabilitas tim di paruh kedua musim.
Mantan striker tim nasional Swiss tersebut menekankan bahwa keterpurukan tim saat ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan manajemen di pinggir lapangan. Ia merujuk pada statistik buruk klub di bawah arahan pelatih baru yang kehilangan banyak poin krusial.
"Der grosse Einbruch vom FCB ist mit dem Trainerwechsel gekommen und in der Rückrunde. Da hat man angefangen, viele Punkte zu verlieren" kata Adrian Knup, Mantan Wakil Presiden FC Basel.
Knup menilai Lichtsteiner, meski memiliki karier gemilang sebagai pemain, belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menangani situasi krisis sebagai pelatih kepala. Hal ini membuat tim kesulitan bangkit setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan-pertandingan penting.
"Der Zeitpunkt für den Wechsel des wichtigsten Angestellten des Klubs sei «völlig falsch gewesen»" tegas Adrian Knup, Mantan Wakil Presiden FC Basel.
Menurutnya, manajemen tidak memberikan keuntungan bagi pelatih baru dengan menempatkannya dalam tekanan besar tanpa fondasi kepelatihan yang kuat. Knup juga menyoroti bagaimana tim kehilangan daya tahan saat menghadapi tekanan dalam pertandingan.
"Man hat dem Trainer keinen Gefallen getan" tutur Adrian Knup, Mantan Wakil Presiden FC Basel.
Di sisi lain, mantan pemain Attila Sahin juga memberikan pandangan senada mengenai ketidakkonsistenan yang melanda klub. Sahin menilai pergantian pelatih dari Ludovic Magnin ke Lichtsteiner merupakan langkah yang tidak perlu dilakukan oleh manajemen.
"Diese Saison muss man ein Stück weit auch etwas hart ins Gericht gehen mit dem FCB, mit all dem, was passiert ist" ujar Attila Sahin, Mantan Pemain.
Sahin menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang hanya bisa dicapai jika klub mempertahankan stabilitas, baik di tingkat pemain maupun pelatih. Ia mengingatkan kembali masa-masa di mana tim sempat menunjukkan kemajuan saat manajemen tetap percaya pada pelatih meski hasil sedang menurun.
"Das ist einfach ein entscheidender Punkt, dass man auf einen Trainer setzt, der die Spieler mitzieht und sie weiterentwickelt" pungkas Attila Sahin, Mantan Pemain.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·