AHY dorong penguatan industri perkeretaapian dukung transportasi efisien

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Tadi Pak Kepala BRIN (Arif Satria) juga sangat mendorong agar kita bisa justru sekaligus memajukan industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada,

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan industri perkeretaapian nasional guna mendukung sistem transportasi yang efisien serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.

AHY mengatakan dorongan tersebut sejalan dengan masukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menilai pengembangan industri kereta domestik menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan transportasi nasional.

"Tadi Pak Kepala BRIN (Arif Satria) juga sangat mendorong agar kita bisa justru sekaligus memajukan industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada," kata Menko AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pembangunan industri perkeretaapian harus didukung ekosistem yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian teknis, badan usaha milik negara (BUMN), hingga pelaku industri.

"Kita pastikan ekosistem industrinya, tadi Kementerian Perindustrian juga sudah menyampaikan hal tersebut, BUMN juga sama, kita bangun dengan baik sehingga nanti ada proses yang utuh," ujarnya.

Baca juga: AHY: Kereta api jadi solusi tekan kendaraan ODOL

Ia menegaskan penguatan industri perkeretaapian penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta penguasaan teknologi.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu membangun kemandirian industri transportasi berbasis kereta api secara berkelanjutan.

“Sehingga kita tidak hanya membeli produk atau teknologi dari luar, tetapi juga membangun kemandirian industri perkeretaapian nasional,” katanya.

AHY menambahkan peran Kementerian Perindustrian dan BUMN menjadi krusial dalam membangun rantai industri, mulai dari produksi hingga pengembangan teknologi.

Baca juga: Pemerintah bidik pembangunan 2.772 km jalur kereta di Kalimantan

Selain itu, pemerintah akan mengawal pengembangan trase jaringan kereta dari sisi tata ruang wilayah, kesiapan teknologi, serta integrasi dengan sistem transportasi publik di berbagai daerah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan transportasi berbasis kereta api dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara luas.

“Kami akan mengawal bersama pengembangan trase dari sisi tata ruang, teknologi, hingga kerja sama dengan daerah untuk memperkuat transportasi publik,” kata AHY.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan rencana reaktivasi dan pembangunan jalur kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Baca juga: Menko AHY tekankan peran kereta api tekan emisi dan efisiensi logistik

Saat ini, panjang jalur kereta di Sumatra mencapai 1.871 kilometer dan masih membutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer. Di Kalimantan, jaringan kereta api belum tersedia dari kebutuhan sekitar 2.772 kilometer.

Sementara di Sulawesi, jalur kereta yang telah beroperasi sepanjang 109 kilometer, dengan kebutuhan tambahan sekitar 3.284 kilometer.

Baca juga: ESDM lakukan uji jalan B50 di kereta api pada pekan depan

Untuk merealisasikan pengembangan jaringan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

Untuk mewujudkan pengembangan jaringan hingga sekitar 14.000 kilometer tambahan serta reaktivasi jalur, Menko AHY menyebut kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun sampai tahun 2045.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Kemudian Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala BP BUMN Amminudin Ma’ruf, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.