AHY Tinjau Korban Kecelakaan KA Argo Bromo di 10 RS Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan penanganan medis bagi para korban kecelakaan kereta api di Bekasi berjalan optimal. Dilansir dari Detikcom, sebanyak 10 rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi disiagakan untuk merawat korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL.

AHY turun langsung meninjau kondisi para penyintas yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh korban yang berhasil dievakuasi segera mendapatkan tindakan medis yang diperlukan pascainsiden tragis tersebut.

"Siang hari ini saya juga ingin melihat secara langsung para penumpang yang berhasil dievakuasi, diselamatkan, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif. Ada di 10 rumah sakit di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi, dan saat ini kita berada di RSUD Kota Bekasi," kata AHY.

Dalam kunjungannya, AHY sempat berinteraksi dengan sejumlah pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung. Ia mencatat bahwa para korban mengalami tingkat cedera yang berbeda-beda akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

"Tadi saya juga sempat berdialog dengan pasien kondisinya beragam, ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya. Tapi semua tadi bisa berkomunikasi, ditunggui oleh keluarganya," kata dia.

Selain memantau kondisi di bangsal perawatan, AHY juga meninjau kesiapan ruang operasional rumah sakit. Ia melihat beberapa pasien masih mengantre untuk mendapatkan tindakan pembedahan mendesak.

"Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan menunggu operasi dan lain sebagainya," sambungnya.

Kecepatan proses evakuasi menjadi kunci dalam penanganan musibah yang terjadi pada Senin (27/4) malam ini. AHY mengungkapkan bahwa ratusan armada medis dikerahkan secara masif tak lama setelah tabrakan terjadi untuk memobilisasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Tadi malam ratusan ambulans dikerahkan, ada 163 ambulans dikerahkan secara serentak untuk membawa korban yang berhasil dievakuasi menuju ke berbagai rumah sakit tadi termasuk RSUD ini agar bisa ditangani secara cepat," katanya.

Pemerintah menekankan bahwa respons cepat dalam situasi darurat sangat krusial dalam menekan angka fatalitas. Kehadiran ratusan ambulans tersebut bertujuan agar masa kritis para korban dapat ditangani oleh tim ahli medis sesegera mungkin.

"Karena dalam situasi kritis, memang kecepatan penanganan evakuasi ini yang akan menentukan, yang akan menyelamatkan manusia," imbuhnya.

Peristiwa mematikan ini dilaporkan merenggut nyawa 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Insiden bermula saat sebuah KRL terhenti di lintasan Stasiun Bekasi Timur karena adanya kendala teknis akibat kendaraan taksi yang menemper kereta lain di depannya.

Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL kemudian dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melintas. Dampak benturan yang sangat keras mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi belakang hingga robek diterjang lokomotif.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi bahwa seluruh tahap evakuasi di lokasi kejadian telah tuntas dilakukan. Seluruh korban yang terjebak di dalam rangkaian gerbong yang rusak telah berhasil dikeluarkan oleh tim gabungan.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen TNI M Syafii.

Operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi dihentikan pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB. Setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di area perlintasan, seluruh personel tim SAR gabungan telah ditarik dari lokasi kejadian.