Airlangga Sebut Danantara Sumberdaya Bisa Genjot Pendapatan Ekspor

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bisa berdampak baik pada sistem ekspor Indonesia.

Dengan kehadiran DSI, ia berharap revenue ekspor indonesia bisa meningkat. Peningkatan revenue ekspor juga bakalan berdampak pada penerimaan negara.

“Dan juga dengan adanya DSI diharapkan revenue daripada ekspor ini meningkat. Tentu dengan peningkatan revenue ini diharapkan juga penerimaan pajak, royalti dan yang lain juga bagi penerimaan negara itu meningkat,” kata Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Balai Kartini, Jakarta pada Senin (25/5).

Selain itu, Airlangga juga memaparkan saat ini masih terdapat defisit perdagangan utamanya dengan Amerika Serikat (AS) dan China. Ia berharap kehadiran DSI bisa menjadi solusi atas persoalan tersebut.

“Nah berdasarkan sementara ini kami selalu dalam negosiasi trade dengan berbagai negara contoh terhadap Amerika saja kita merasa bahwa kita punya defisit itu sekitar USD 16 sampai USD 17 billion tapi di sana ditangkapnya USD 20 billion, ada gap,” ujarnya.

“Kemudian kita ekspor dengan China itu dan juga impor China dari Indonesia datanya juga ada delta USD 20 sampai USD 30 million. Nah ini yang kita cari dengan PT DSI sehingga dengan ini kita bisa memperoleh bagi perusahaan di pasar modal tentu harapannya revenue yang transparan ini akan juga meningkatkan nilai dari perusahaan karena sudah ada transparansi,” lanjutnya.

DSI bakal jadi badan usaha yang digunakan untuk mekanisme ekspor batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy satu pintu. Meski demikian, Airlangga juga membuka kemungkinan bahwa komoditas yang diwajibkan ekspor lewat DSI akan bertambah.

video story embed

“Ke depan tentu SDA itu tidak hanya pada 3 komoditas tersebut tetapi kami akan melihat prioritas pada 3 komoditas utama ekspor Indonesia,” ujar Airlangga.

Ekspor 3 komoditas strategis lewat DSI akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama, ekspor masih akan dilakukan oleh perusahaan terkait dengan pembeli di luar negeri.

Namun, DSI sebagai BUMN baru yang mengurus ekspor ini akan melakukan dokumentasi. Tahap awal akan diimplementasikan mulai 1 Juni 2026 selama 3 bulan.

Barulah setelah tahap pertama dilakukan dan dievaluasi, tahap selanjutnya akan dilakukan pada 1 September 2026. Dalam tahap kedua, proses ekspor komoditas strategis akan secara menyeluruh dilakukan oleh DSI.